Döner kebab, fast food dan kebab ala Turki yang populer di Austria dan Eropa

817 Views

Salah satu fast food atau makanan cepat saji yang paling populer di Austria adalah Döner kebab. Bersaing sebelas dua belas dengan makanan cepat saji lainnya seperti makanan cepat saji dari warung waralaba McD, Subway dan kawan-kawan

Döner kebab persis hamburger atau sandwich pada umumnya, dilapis-lapis. Hanya saja Döner kebab tidak menggunakan lapisan keju, hanya terdiri dari daging dan sayur-sayuran segar dan disemprot sedikit dengan mayones dan saos kalo suka. Ane biasanya pake cabe bubuk biar berasa lebih kampung dikit 😊

Sebenarnya Döner kebab itu apa ya.. Döner kebab adalah makanan cepat saji yang terdiri dari roti dengan isiannya antara lain sayur-sayuran segar seperti irisan selada gunung es, bawang bombay, tomat dan daging bakar sapi, domba, kambing, kalkun maupun ayam.

Nah, dilihat dari namanya, kok ada kebabnya ya.. Apa masih saudaraan dengan kuliner ala Timur Tengah atau Turki? Ya, benar sekali. Makanan cepat saji ini memang sejarahnya masih ada angkut pautnya dengan Turki

Adalah seorang imigran Turki bernama Kadir Norman membuka sebuah warung makan di seberang kebun binatang Bahnhof Berlin Barat, Jerman pada tahun 1972 dan menjual makanan cepat saji pertamanya yang kemudian populer di kalangan pekerja saat itu. Pada akhirnya döner kebab ini menjadi salah satu makanan yang paling populer di Jerman. Ga hanya Jerman aja, tapi merambah sampai ke negara tetangga termasuk negara ane menetap sekarang, Austria. Bahkan saking populernya, di Jerman warung makan yang menjual fast food ini melebihi warung makan yang ada di negara asalnya, Turki 🙂

Sebelumnya beliau hanyalah pekerja pabrik di Berlin dan mengamati orang-orang yang sibuk, sehingga muncullah die untuk menyediakan makanan cepat saji ala Turki. Döner kebab ini seketika diikuti oleh pedagang imigran asal Turki lainnya. Ga hanya mereka, bahkan warga asli Jerman dan Austria pun mengikuti jejak menjajal bisnis fast food yang memang menjanjikan ini.

Dinamakan Döner kebab karena dimakan sambil jalan. Döner kebab ini juga merupakan penyesuaian dari kebab Turki, yang biasanya disajikan di atas piring dan menjadi praktis dengan menggunakan roti tipis yang diisi sayur-sayuran bersama daging bakar seperti daging sapi, daging domba, daging kambing, kalkun maupun ayam

Yang menjadi ciri khasnya juga adalah dagingnya yang ditumpuk-tumpuk atau dilapis-lapis vertikal hingga membentuk gunung yang dibakar dengan menggunakan mesin pembakar khusus yang bisa diputar-putar

Ane pertama kali mencicipi kebab model begini ya di Austria ini. Saat itu suami bilang ke ane kita akan makan fast food yang spesial. Ga tau nih ane orangnya lain sendiri. Kalo kebanyakan orang Indonesia suka banget ma makanan barat termasuk fast food, ane malah ga doyan. Makannya aja musti bukain mulut lebar-lebar 🙂 Makan makanan cepat saji yang sering ya baru di Austria ini. Kalo di kampung halaman ampir ga pernah makan fast food karena emang ga doyan, paling banter ane makan kentang gorengnya aja 😊 Atau kalo ada puding, maka milih puding aja

Makanya suami ane bilang fast food yang ini spesial, karena agak berbeda dengan kebanyakan fast food yang biasa dijual oleh warung laba di Austria. Dijamin halal karena fast food ini diciptakan oleh seorang muslim Turki, jadi ga perlu kuatir mengkonsumsinya 😊

Nah, ternyata fast food yang spesial itu adalah Döner kebab. Menurut ane döner kebab ini lebih menyehatkan karena memiliki nutrisi yang lengkap seperti karbohidrat, serat, protein, vitamin dan mineral dibanding fast food lain yang minimalis serat. Döner kebab sayurannya berlimpah dengan 3 sampai dengan 6 macam, dengan daging bakar yang juga berlimpah, belum lagi mayonesnya dan saos tomatnya.

Döner kebab dimanapun mereka berada pada dasarnya sama, dengan bahan utama roti, daging bakar dan sayur-sayuran. Begitu juga di Austria. Yang membedakannya hanya variasi sayurannya. Misalkan di daerah ane tinggal agak sedikit berbeda isi sayurannya dengan di kota Ried atau di kota Wina. Sayuran yang selalu tersedia adalah selada gunung es, irisan tomat dan irisan bawang bombay. Ada juga menggunakan irisan mentimun, bawang bombay merah dan acar wortel. Iya, di Austria juga ada sejenis acar, biasanya produk awetan yang dijual dalam kemasan botol seperti mentimun, bawang putih, cabe dan lain-lain dan rasanya seperti acar, asam-asam manis asin segar 🙂

Döner bisa menjadi cemilan atau pun makanan berat untuk makan siang atau makan malam. Satu porsinya cukup mengenyangkan, apalagi ukuran perut ane 😊 Seporsi dihargai hingga 3,50 Euro atau sekitar Rp.59.000. Ga beda jauh harganya dengan fast food merek lainnya namun dengan porsi yang lebih berlimpah dan mengenyangkan lagi menyehatkan. Dengan fakta ini jangan heran kalo döner kebab menjadi begitu populer di Eropa, Jerman khususnya dimana pertama kali Döner kebab ini dijual dan menjadi populer, termasuk tetangganya Austria 😊

Di Austria emang ga banyak pilihan jajanan seperti di Indonesia. Makanya kalo jalan-jalan paling banter jajanan yang kita temui adalah makanan cepat saji seperti sandwich, hamburger dan kawan-kawan, atau spagheti dan kawan-kawan, döner kebab dan kawan-kawan 😊 Ada juga makanan Asia dan Timur Tengah lainnya, atau makanan Italia, tapi itu hanya ada di kota-kota besar 😉

Döner kebab menjadi pilihan pemirsa kalo jalan-jalan ke Austria, sebagai fast food yang menyehatkan lagi halal, cocok di lidah dan kantong 😊 Ga perlu memburu kebab jenis ini sampai ke Turki 🙂

Bir cevap yazın