Börek, roti pastri panggang asin ala Turki yang bikin nagih

462 Views

Satu lagi kuliner Turki yang ane suka banget dan ane rekomendasikan buat pemirsa kalo dolan-dolan ke Turki. Namanya börek. Roti spesial ini dijamin cocok ma lidah dan perut orang Indonesia. Roti tanpa ragi berasa asin ini terkesan mewah karena dilapis-lapis seperti kue pastri. Nah, jadi penasaran kan sama kuliner Turki yang satu ini 🙂 Ane juga pengen tau lebih dalam apa yang membuat ane suka banget ma kuliner ini. Yuk mari pemirsa kita kepoin bersama-sama.

Börek adalah keluarga pastri panggang yang terbuat dari phyllo/filo atau yufka dalam masakan warisan kekaisaran Utsmaniyah atau Ottoman Empire. Ternyata emang benar dugaan ane pemirsa, dilihat dari penampilannya börek merupakan pastri. Filo atau phyllo atau yufka itu sendiri adalah adonan yang ga menggunakan ragi yang digunakan untuk membuat pastri-pastri seperti baklava atau börek pada masakan Timur Tengah dan masakan Balkan. Pastri berbahan dasar filo dibuat dengan melapis-lapiskan beberapa lembar filo yang diberi minyak zaitun, pastri ini kemudian dipanggang. Bahan dasar filo adalah dough tepung atau tepung padat

Selain dengan bahan utama yufka yang menjadi ciri khasnya, börek ini juga berasa asin dengan bahan utama lainnya untuk isian seperti daging, keju atau sayuran. Daging yang digunakan umumnya daging sapi giling dengan bumbu-bumbu spesial, sayurannya adalah daun bawang yang dikaramelisasi atau bayam ala Eropa, spinach. Bukan bayam kampung halaman kita ya, karena lain jenis meski masih sama dalam satu keluarga Aramanthaceae atau bayam-bayaman.

Biasanya börek dibuat dengan ukuran lumayan besar, makanya disajikan dalam nampan besar atau bisa juga dipotong-potong menjadi beberapa bagian setelah dipanggang, atau hanya pastri yang dibuat tunggal cukup seukuran piring makan emak-emak di dapur 🙂

Jadi kuliner yang berasal dari Turki  ini juga masuk dalam kelompok roti. Rasanya asin dengan bermacam isi, yang paling umum adalah berisi daging giling, bayam atau keju. Ada juga yang berisi daun bawang. Börek dapat digulung atau dilapis seperti lasagna. Cocok untuk teman sarapan, makan siang mau pun makan malam bahkan hanya untuk cemilan aja 😊

Ane paling suka börek dengan isi keju. Börek yang kita beli ini roti pastri panggang yang banyak lapisannya, renyah lembut tapi ga berminyak. Rasanya enak banget, ga bikin eneg malah bikin nagih. Biasanya dimakan dengan dicocol ma saos tomat atau mayones atau yogurt. Berhubung börek ini dah enak banget, ane ga butuh tambahan saos-saosan ini 😊 Dimakan polos gitu aja.

Ane kalo lagi isengnya suka memperhatikan lapisan börek ini dan melepasnya satu-satu 🙂

Bener ternyata börek ini emang untuk sarapan atau makan berat, karena sepotong aja dah berasa kenyang banget ane 😊 Börek ini juga yang jadi cemilan kita saat pulang dari Turki ke Austria lewat jalan darat, pas banget

Sayangnya börek yang ane konsumsi ini ga ada merek, hanya dikotak plastik aja saat dibeli, jadi ane ga bisa kasih tau pemirsa merek dagang dan harganya. Belinya langsung di toko saat kita berkunjung di Turki. Börek yang ane suka banget ini merupakan produk rumahan.

Nah kalo di Austria ada juga börek yang dijual di supermarket, tapi tetap ya ga bisa menyamakan rasa produk rumahan, apalagi langsung beli dari negaranya, Turki 😊 Börek-börek ini juga diimpor dari Turki, tapi bukan produk rumahan melainkan skala industri dan memiliki hak paten.

Ada börek isi keju yang dilapis seperti lagsana, ada juga yang digulung. Namanya lumayan bikin orang sedikit menaikkan alis, sigara börek. Kalo dalam bahasa Turki sigara adalah rokok, kali yang bikin merek pengen sensasi biar lebih mudah dihafal orang nama böreknya atau modelnya yang emang mirip rokok, kurus panjang 🙂 Nah lho. Tapi yang model begini ane kok jadi ingat cemilan kampung halaman ya.. yaitu risol 🙂

Nama lain sigara börek adalah kalem börek. Nah, kalo nama yang ini lebih cocok kali ya, karena emang börek ini kalem kok.. maksud ane penampilannya 🙂 Hhh, yang benar adalah kalem dalam bahasa Turki adalah pena. Ya, karena börek ini berbentuk seperti pena.

Sebungkus isi 750 g dibandrol seharga 5,99 Euro atau sekitar Rp.102.000. Wow.. lumayan juga harganya ya. Ini mungkin didasarkan cara membuatnya yang sedikit ribet, berlapis-lapis, terutama dari bahan utamanya yufka 🙂 Tapi sekarang sudah banyak kok yang dijual bebas di supermarket. Jadi kita ga perlu repot-repot membuat yufka nya. Yufka bisa diganti dengan kulit lumpia.

Kalo pemirsa penasaran pengen mencoba mencicipi börek ini dan belum sempat ke negara aslinya, bisa bikin sendiri kok. Bikin sendiri malah lebih menyehatkan dan bergizi juga enak banget karena kita bisa memvariasikan rasanya sesuai dengan lidah kampung kita 🙂

 

Bir cevap yazın