Ashure, bubur kacang komplit Turki di bulan Muharram

257 Views

Hampir 2 minggu berkunjung ke Turki, banyak info menarik dan pengalaman yang ane dapat. Sampai-sampai temen ane di media sosial protes ke ane kenapa nulis tentang Turki melulu 😊 Hhhh.. mumpung ada bahan yang akan ditulis ya. Target ane menulis pengalaman ane harus selesai dalam waktu seminggu agar memori yang ada di otak ane ga hilang ditelan waktu 😊

Harap maklum pemirsa, namanya aja emak-emak rumah tangga.. Ga hanya duduk manis di depan laptop dan menulis manja aja yang musti dilakukan, rumah juga harus diperhatikan biar ga kusut masai akibat keasikan nulis 😊

Nah, edisi kali ini masih tentang kuliner Turki, sesuai selera emak-emak seperti ane ya. Kemarin-kemarin membahas kuliner yang asin-asin, kali ini ane akan membahas kuliner Turki yang berasa manis, salah satunya adalah bubur ashure. Penasaran pengen kenal dengan bubur ini, yuk kita telusuri bersama-sama

Bubur Ashure adalah bubur yang populer di Turki, terutama di bulan Muharram. Nah, kebetulan sekarang masih bulan Muharram ya. Bubur ini biasanya dimasak sejak tanggal 10 di bulan Muharram, sesuai juga dengan namanya Ashura dalam bahasa Arab ( ke sepuluh). Di Turki ada hari libur 10 Muharram dan mereka akan mengucapkan Selamat Hari Ashure. Ga hanya Di Turki aja, tapi di kebanyakan negara-negara Islam mengenal bubur ini.

Suami tanya ke ane, di Indonesia ada bubur begini juga ga, karena kan Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, setidaknya mengenal bubur ini. Lha ane malah baru tau sekarang.. sebelumnya ane ga pernah mengenal bubur ini. Ada juga sih di Indonesia bubur yang populer dari kacang-kacangan, tapi ga komplit seperti bubur Ashure ini. Bubur kacang hijau misalnya, direbus sama gula, atau kalo lebih komplit ma gula merah, santan kelapa kental atau susu cair 😊

Selain dikenal dengan bulan Muharram, bubur ini juga dikenal dengan kisahnya Nabi Nuh. Kebanyakan warga Turki meyakini kisah bubur ini dengan kisah Nabi Nuh, saat kapal atau bahtera Nabi Nuh mendarat di gunung Ararat, keluarga Nabi Nuh merayakannya dengan hidangan khusus. Karena persediaan makanan hampir habis, maka apa yang masih bersisa dimasak bersama. Saat itu yang masih bersisa terutama biji-bijian dan buah-buahan kering

Secara tradisional, Ashure dibuat dalam jumlah besar dan dibagikan ke kerabat, handai taulan, tetangga atau siapa aja tanpa mengenal agama dan suku.

Nah, bagaimana dengan bahan-bahan untuk membuat bubur ini? Paling ga bubur ini memiliki 7 bahan, antara lain gandum, beras, biji-bijian, gula (atau pemanis lainnya), buah-buahan kering dan kacang-kacangan. Buah-buahan kering yang ditambahkan antara lain anggur kering atau kismis, aprikot dan kurma Ada juga yang menambahkan biji wijen, biji delima dan kayu manis untuk hiasan. Wah, komplit ya pemirsa

Rasanya sudah pasti enak, manis-manis sedikit asam karena ada kandungan buahnya sekaligus berlemak seperti rasa lemak dari kacang-kacangan. Seluruh bahannya berasal dari nabati, ga ada satu pun dari bahan hewani.

Kalo pemirsa lagi dolan-dolan ke Turki, boleh tuh mencicipi bubur yang satu ini, atau membeli dalam bentuk kemasan yang banyak dijual supermarket-supermaket di Turki. Tinggal dimasak atau diseduh di air panas aja. Mudah kan. Atau kalo pemirsa ingin membuat sendiri, tinggal direbus seluruh bahan-bahannya dan tambahkan gula sesuai selera

 

 

Bir cevap yazın