Yeni Han, bangunan era Ottoman Empire di Manisa, Turki, sebagai pusat belanja dan budaya saat ini

289 Views

Negara Turki selalu menarik untuk dikunjungi wisatawan, termasuk ane dan suami. Musim panas ini kita kembali mengunjungi Turki, hanya 2 jam naik pesawat dari Austria. Visanya pun mudah, tinggal pesan online dan membayar online saat itu juga. Harga visa untuk warga Austria 20 dolar, sedangkan ane 26 dolar

Selain mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan wisatanya, kita juga menikmati kulinernya. Ada beberapa tempat bersejarah yang kita kunjungi, di antaranya adalah Yeni Han

Yeni Han atau dalam bahasa Inggrisnya New Caravanserai atau dalam bahasa tanah air beta kira-kira penginapan baru adalah bangunan yang terletak di kota Manisa, Propinsi Manisa, Turki. Ga sulit menemukan bangunan ini karena berada di pusat kota yang ramai dengan aktivitas sehari-hari.

Bangunan bersejarah pada masa Ottoman Empire atau Kekaisaran Utsmani ini terletak di kaki bukit dan gunung Spil yang menjulang tinggi. Dekat dengan bangunan lama yang bersejarah lainnya seperti mesjid Hatuniye, mesjid Muradiye dan bangunan baru seperti perkantoran, pertokoan dan taman kota Ulu Park. Lebih dekat lagi dengan Semsiye sokak, yaitu jalan yang berada di sisi kiri dan kanannya deretan bangunan dengan beratapkan payung-payung cantik beraneka warna.

Dari Semsiye sokak ini kita melewati jalan setapak dengan taman bunga yang indah, terutama bunga-bunga mawar yang berwarna merah mencolok 🙂 Dan sampailah pada beberapa anak tangga menuju ke bangungan Yeni Han, yang disambut dengan hamparan halaman yang luas. Di atas pintu gerbang yang ga ada penutupnya tertulis dengan jelas Yeni Han

Ga ada informasi pasti kapan pembuatan bangunan yang mirip kastil atau benteng pertahanan ini. Tapi menurut para sesepuh, Han dibangun oleh keluarga Karaosmanogul pada tahun 1825-1830 sebagai tempat menginap. Wah, dah lama juga ya, meski namanya bangunan baru (Yeni) 🙂

Masuk ke bangunan ini, kita serasa kembali ke abad belasan masa-masa kerajaan abad lampau sekaligus masa kini. Kita langsung dihadapkan pada halaman tengah yang telah dipenuhi bangku-bangku berderet rapi untuk para pengunjung, sebagai tempat duduk bersantai atau pun menikmati makanan dan minuman yang dipesan dari kamar atau ruang yang dijadikan kafe.

Selain halaman tengah, bangunan ini memiliki dua lantai. Ada toko-toko yang bersebelahan dengan fasad-fasad yang cantik banget, fasad selatan, timur dan barat. Han berbentuk segi empat di arah timur barat. Kamar di lantai bawah terbuka ke halaman dan kamar di lantai atas terbuka untuk beranda. Tidak ada pintu masuk di bagian selatan. Koridor di barat laut adalah koridor lorong, yang terhubung ke istal. Toko-toko di lantai bawah dibagi menjadi dua oleh dinding.

Jadi, kamar di lantai bawah memiliki dua bagian dan digunakan sebagai gudang karena keberadaan pertambangan. Lantai dua dikelilingi oleh berarung bundar di depan toko-toko. Paling ga ada 30 toko di lantai atas, 8 toko di utara dan 7 toko masing-masing di sisi timur, barat dan selatan dan 1 kamar di sudut. Wow lumayan banyak juga ya

Bangunan ini pernah mengalami pemugaran. Pekerjaan restorasi atau pemugaran, yang dimulai pada tahun 2001 dan selesai pada tahun 2004, dibuat sesuai dengan proyek restorasi dan struktur aslinya. Beberapa bagian telah ditambahkan pada bangunan utama sesuai kebutuhan

Sekarang ini Yeni Han terbuka untuk umum dan gratis masuknya. Untuk mengetahui ada bangunan apa aja yang ada di dalam bangunan ini dan digunakan untuk apa aja, di dinding sebelah kanan gerbang masuknya tertulis keterangan, kita tinggal cek pada tulisan tersebut 🙂 Biar ga nyasar-nyasar ya saat mengeksplornya 🙂

Di dalamnya ada kafe yang menjual makanan dan minuman, tempat-tempat orang melepas penat atau sekedar cuci mata, atau sekedar minum teh dan jepret sana sini 😊 Ga hanya kafe, ada puluhan bangungan yang dibuat menjadi pertokoan. Ga heran kalo bangunan Yeni Han ini menjadi

pusat belanja juga sebagai pusat budaya. Ada kerajianan tangan seperti lukisan, aksesoris, tekstil dan lain-lain yang merupakan peninggalan jaman dulu sebagai informasi budaya, ada juga yang merupakan hasil kerajian tangan warga yang bisa dibeli, biasanya untuk oleh-oleh 🙂

 

 

Bir cevap yazın