Sayuran dominan mengandung sulfur di Austria dan manfaatnya untuk kesehatan

900 Views

Sayuran di Eropa ga banyak variasi seperti di tanah air. Paling dominan adalah dari keluarga kubis dan bawang-bawangan yang terkenal dengan kandungan sulfur atau belerangnya dan juga kandungan gasnya.

Jangan berharap banyak pengen kangkung, daun katuk, bayam, daun singkong dan lain-lainnya. Kalo pun ada mereka, itu karena keaktifan kita yang membawa bibitnya dari tanah air dan menanam di negara 4 musim ini atau pun dapat oleh-oleh dari tanah air hingga memesan khusus pada kawan yang kembali dari tanah air, atau seperti ane, minta kiriman dari kampung halaman 😊

Jangan tanya juga soal masak memasak sayuran di Eropa. Minimalis banget, kalo orang Indonesia bilang malas berkreasi. Paling sayurnya dimakan mentah, hanya dipotong-potong sedikit, ditetesi jeruk nipis, minyak-minyakan dan garam, selesai sudah. Bagi yang Indonesia tulen, liatnya aja ga doyan, apalagi makannya 😊 Tapi kalo yang ‘piknik‘nya jauh, pasti legowo kata orang Jawa, suka-suka aja ma sayuran ala Eropa ini

Ane aja kalo ga karena untuk kesehatan dan terutama demi menyesuaikan diri dengan alam Eropa, berat banget rasanya makan salad. Paling lalapan ala Indonesia, itu aja minimal ada kawannya berupa bumbu-bumbu, pecel misalnya atau urap dengan parutan kelapa mudanya atau paling ga ada sambelnya, terasi atau balado 😊

Kalo Eropa lebih suka makan sayuran yang mentah, maka lidah Indonesia belum afdol kalo ga ditumis atau digulai atau pake kuah-kuahan, seperti sayur kangkung, sayur asem dan sayur lodeh apalagi sayur nangka

Sayuran yang hanya ada tertentu aja dan cara mengolahnya yang simpel di Eropa tentu ada alasannya tersendiri ya pemirsa. Seperti antara lain sayuran yang mudah tumbuh dan subur di tanah Eropa ini sesuai kondisi alam dan geografisnya yaitu dominan dari keluarga kubis-kubisan dan bawang-bawangan terutama bawang bombay. Cara mengolahnya yang simpel disesuaikan dengan sayurannya, paling dominan adalah disalad aja

Sayuran dari keluarga kubis ini mirip antara satu dengan lainnya. Bagi yang ga biasa seperti ane saat pertama kali tinggal di Eropa pasti agak sedikit bingung, butuh waktu untuk mengenalnya satu-persatu, kecuali ada beberapa yang ane kenal seperti brokoli, yang di kampung ane tergolong sayuran elit. Selain itu contoh sayuran keluarga kubis ini adalah kubis biasa atau kol yang terbagi lagi menjadi beberapa varian, kembang kol, kubis Brussel, kale, collard, lobak dan kohlrabi.

Sayuran ini kaya akan zat yang mengandung belerang yang dikenal sebagai glucosinolate, yang memberikan aroma tajam dan sedikit rasa pahit. Glucosinolate ini selama proses awal hingga mengunyah dan mencerna akan memecah menjadi senyawa yang dikenal sebagai indoles dan isothiocyanates, yang kemungkinan memiliki efek anti kanker. Wow.. mantap ya.

Keluarga bawang-bawangan seperti bawang putih, bawang bombay serta daun bawang yang populer di Eropa juga ga kalah heboh kandungan sulfurnya. Tapi sebelum melangkah lebih jauh, kita kenalan dulu yuk dengan zat belerang ini 😊

Pada tabel periodik, simbol S atau Sulfur atau belerang memiliki nomor atom 16. Sulfur adalah urutan ketiga setelah kalsium dan fosfor dalam tubuh kita. Sulfur atau belerang merupakan unsur non logam kuning pucat yang ditemukan di alam.

Belerang ditemukan dalam setiap sel hidup termasuk manusia, merupakan mineral penting untuk kesehatan dan juga berperan penting dalam tubuh yang terdapat di seluruh jaringan tubuh.

Contoh molekul bentuk belerang adalah asam amino metionin, sistein dan taurin. Asam amino yang juga adalah protein merupakan blok bangunan yang penting untuk kesehatan. Asam amino dalam sulfur dibutuhkan untuk membuat glutathione, yang berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan.

Sulfur merupakan kekuatan pendorong untuk energi sel. Nah, itu sebabnya sulfur memegang peranan utama dalam membentuk kulit, rambut dan kuku, yang memegang kendali kulit dan organ secara bersama-sama

Ga heran kalo sulfur menjadi antiseptik alami yang membantu untuk melawan bakteri, misalkan infeksi jerawat dan kulit, menghilangkan ketombe dan kulit kepala yang bersisik
Sulfur juga berperan dan membentuk tulang rawan untuk hidung dan bantalan sendi dan tulang juga gigi serta pengembangan jaringan ikat yang tepat seperti kolagen. Tau kan kalo kolagen yang tercukupi membuat kulit kita terutama wajah menjadi kenyal kinclong, ga mudah keriput sehingga dapat terhindar dari masalah penuaan dini

Sulfur juga membantu dalam pencernaan dan penyerapan lemak, seperti yang dibutuhkan untuk membuat asam empedu. Selain itu sulfur dibutuhkan dalam regulasi gula darah pada komponen insulin. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah melindungi tubuh dari zat beracun

Nah, sekarang kesimpulannya, untuk mendapatkan nutrisi yang terbaik dan sehat sebaiknya jenis sayuran ini dimakan mentah atau dimasak ya. Pada dasarnya tergantung dari jenis sayuran itu sendiri, ada keunggulan masing-masing kalo dimakan mentah atau pun dimasak

Pada kebanyakan masyarakat kita di tanah air, termasuk ane 😊, lebih menyukai dimasak seperti direbus, dipanggang, digoreng, ditumis dan berkuah (digulai, santan, sayur bening, sayur asam). Sayuran yang dimasak lebih mudah dimakan, aromanya keluar dan rasanya pun lebih enak, apalagi kalo dah ditambah bumbu-bumbu dan rempah-rempah ala nusantara dan bahan-bahan lainnya seperti udang atau teri. Makin komplit gizinya, makin kalap makannya 😊

Pada beberapa sayuran, memasak juga akan meningkatkan nilai gizinya lho. Misalkan wortel yang akan meningkatkan anti oksidannya yaitu betakaroten dan lutein, tomat yang antioksidannya meningkat 60% saat dimasak dan likopennya yang lebih mudah diserap tubuh. Tau kan kalo antioksidan sangat penting untuk kesehatan tubuh, seperti menangkal serangan radikal bebas penyebab penyakit

Meski begitu ada sayuran yang beberapa kandungannya tidak tahan panas, dan ini akan mempengaruhi gizi atau nutrisinya, misalkan enzim. Beberapa vitamin seperti vitamin C dan vitamin B juga sangat rentan terhadap panas dan mudah larut dalam air saat  direbus.

Untuk meminimalisir kehilangan nutrisi ini tentunya teknik memasak yang baik berperan penting, seperti tidak memasaknya terlalu lama, tidak memasak dengan suhu terlalu tinggi, dahulukan memasak sayuran yang lama matang daripada yang cepat matang dan lain-lain. Ahay.. Emak-emak pasti lebih taulah ya, apalagi yang pakar memasak. Pandai-pandai memilah mana sayuran yang lebih baik dimasak, mana tidak juga berperan penting

Bagaimana dengan sayuran yang dimakan mentah? Masyarakat Eropa lebih menyukai sayuran yang dimakan mentah, seperti salad, selain lebih segar dan rasanya yang masih asli dan tidak kehilangan nilai gizinya juga karena cocok di lidah 😊

Bagi kita orang awam orang Indonesia yang baru pertama kali tinggal di Eropa, pasti merasa belum tuntas bersih kalo sayuran ga dicuci dengan air hangat ya. Di Eropa cukup dengan air mengalir saja, minum aja pake air kran 😉 Mungkin karena sumber airnya yang masih bersih ya. Tapi jangan coba-coba kalo diterapkan di Indonesia, kalo ga mau bermasalah dengan perut 😊

Meski begitu ane tetap ga yakin. Ane mencucinya dengan air biasa kemudian dibilas sama air hangat-hangat kuku. Untuk sayuran bio atau produk organik, karena semuanya serba alami, maka mencucinya pun cukup dengan air biasa, tidak menggunakan air yang steril seperti untuk produk konvensional, dengan tujuan untuk menghilangkan residu bahan kimia dan pestisida yang mungkin masih tertinggal.

Nah, kalo sayuran yang dominan ditemui di Eropa, seperti sayuran dari keluarga kubis yang banyak mengandung sulfur dan gas dan juga keluarga bawang-bawangan seperti bawang bombay dan daun bawang, bagaimana cara mengkonsumsinya ya.. Pada dasarnya ada 2 cara, dan semuanya menguntungkan, tergantung pada selera masing-masing. Kita simak yuk contoh sayuran yang lebih baik dimasak ataupun tidak dan keunggulan atau pun kekurangannya

Untuk brokoli,
– Dimakan mentah karena kalo dimasak, panas akan mengurangi kandungan belerangnya yaitu sulforaphane dalam brokoli, yang dipercaya dapat menghambat pertumbuhan sel kanker
– Dimasak terlebih dahulu untuk mengurangi kandungan gasnya. Brokoli dan sebangsanya seperti kubis dan kol juga memiliki gula alami yaitu rafinosa yang berperan dalam produksi gas dan bisa bikin perut kembung karena sulit dicerna oleh tubuh saat dalam pencernaan. Nah, bagi yang perutnya sensitif bisa menyebabkan kelebihan gas, lebih-lebih sayuran ini yang pada dasarnya sudah mengandung belerang. Kebayang kan baunya gas saat harus dikeluarkan dari yang empunya tubuh 😊

Untuk kol
– Dimakan mentah. Pemanasan akan merusak enzim myrosinase, yang berfungsi untuk mencegah kanker dan juga mengurangi kandungan vitamin Cnya. Nah, biasanya jenis kol ini yang umum ane temui di Austria sama seperti di tanah air, berwarna hijau. Ada juga yang berwarna ungu hitam
– Sama dengan kol tanah air, struktur kol ini kokoh. Seperti masakan Eropa, kol juga dimakan dalam keadaan mentah, biasanya pelengkap lalapan, pecel, gado-gado atau ketoprak. Kalopun harus melalui proses memasak, umumnya dimasukkan terakhir pada seperti masakan sop, atau soto agar fisiknya tetap cantik dan krenyes kalo dimakan 😊

Untuk bawang-bawangan
– Dimakan mentah
Keluarga bawang-bawangan banyak mengandung sulfur. Senyawa sulfur yang bekerja membantu pembuluh darah agar tetap bersih, lebih efektif dan kuat pada bawang merah dan bawang bombay mentah. Pada bawang putih dengan senyawa sulfurnya yaitu allicin yang dapat mencegah pertumbuhan kanker ini tidak tahan terhadap panas
Kandungan antiplatelet pada bawang bombay yang berfungsi dalam mencegah penyakit jantung ini juga tidak tahan terhadap panas. Panas akan mengurangi kandungan zat ini
Jadi jangan heran kalo nemu irisan bawang bombay mentah dalam andwich atau hamburger atau döner kebab, atau liat bule makan irisan bawang bombay mentah layaknya lalapan, termasuk suami ane 🙂
– Dimasak
Meski begitu keluarga bawang-bawangan ada baiknya juga kalo dimasak. Memasak bawang merah dan bawang bombay dapat membebaskan kuersetin yang memudahkan tubuh untuk menggunakan flavonoid sebagai antioksidan penangkal serangan radikal bebas penyebab penyakit

Demikianlah ulasan sayuran yang dominan di Eropa yang banyak mengandung sulfur yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh tapi sekaligus juga banyak mengandung gas, serta bagaimana cara mengolahnya agar tetap didapatkan hasil yang maksimal dengan tidak mengganggu kenyamanan karena kandungan gasnya tersebut 😊

Semoga bermanfaat untuk kita semua ya pemirsa. Sampai jumpa lagi di edisi selanjutnya 😊

Bir cevap yazın