Pohon pear dan apel, pohon penghias tepi jalan Austria

864 Views

Senengnya saat jalan-jalan menelusuri daerah-daerah sekitar di Austria di musim panas ini.┬á Cukup dengan mengamati dari balik jendela mobil, apalagi sampai turun ke darat dan mengamati langsung ya.. bisa heboh banget ane ­čśŐ

Banyak yang menyita perhatian ane, di antaranya adalah pohon-pohon di tepi jalan, baik jalan raya, jalan-jalan utama di perkotaan sampai jalan di pinggiran kota. Awalnya ane kira hanya pohon-pohon penghijau atau penghias tepi jalan. Pohon-pohon yang rindang membuat sejuk dan segar lingkungan. Pejalan kaki mendapatkan kesejukan juga dengan berlindung di bawahnya. Kalo pohon-pohon tepi jalan begini biasalah ya pemirsa, di mana-mana juga ada di seluruh negara. Tapi ternyata lebih dari itu pemirsa.. Mereka ini adalah pohon-pohon pear dan apel yang buah-buahnya dapat dinikmati ­čśŐ

Saat pohon-pohon ini berbunga di awal hingga sepanjang musim semi, mata kita dimanjakan banget dengannya. Bunga-bunganya yang bermekaran memenuhi hampir seluruh bagian pohon, dominan berwarna putih, sangat menyejukkan hati dan membeningkan mata siapa saja yang melihatnya

Belum puas dengan itu, di saat musim panas lebih fenomenal lagi. Mereka berbuah dengan sangat lebatnya. Saking lebatnya kadang-kadang berserakan memenuhi tepi jalan. Bagi yang mania buah-buahan, rasanya pengen tak panen aja, termasuk ane ­čśŐ maulah jadi sukarela untuk memanen buah-buah yang ranum dan siap panen ini. Sayang kan sampai dibiarkan berserakan begitu ga dimakan, mending dibagi-bagi ma warga sekitar ya ­čśë

Pohon-pohon yang rindang ini beragam, dari ukuran mini hanya 1 meter sampai dengan lebih dari 10 meter. Cukup mudah untuk menjangkau buah-buahnya, dari buah pear, apel hingga plum. Yang paling dominan pohon-pohon di tepi jalan itu adalah pohon pear. Kadang-kadang meskipun tingginya menjulang banget, tapi pohonnya berbuah hingga ke bawah dan mudah dijangkau tangan-tangan halus seperti ane ­čśŐ

Ternyata ga hanya pohon-pohon pear dan apel di tepi jalan yang berbuah dengan lebatnya, tapi di halaman rumah warga. Biasanya warga menanamnya di halaman depan rumah, sehingga sangat mencolok mata dan menambah indah isi halaman. Apalagi ane yang sejak di Austria ini melihat pemandangan begini, bikin gemes aja mau memetiknya. Karena kadang-kadang ga dipetik alias dipanen juga nih buah-buah cantik dan ranum ­čśŐ

Ane selalu heboh dan bertanya pada suami kenapa ga dipanen juga. Suami bilang warga menanam hanya untuk senang-senang atau make fun aja. Ga dikonsumsi atau dibiarkan matang semua untuk dibikin minuman

Tetangga-tetangga kita juga banyak yang nanam pohon-pohon ini, dari apel, pear, plum hingga nektar dan persik. Alhamdulillah kemarin dikasih 2 kilo apel ma tetangga. Karena tanaman kebun dan asli ga dikasih pupuk dan disemprot ini itu, rasanya jadi segar, manis dan enak banget ­čÖé

 

Samalah seperti kalo di kampung halaman ya, saat kita melihat halaman warga yang dipenuhi pohon-pohon seperti rambutan, jambu air, jambu biji dan sebangsanya yang sedang berbuah dengan lebatnya. Yang bikin beda adalah pohon-pohon yang di tanam di tepi jalan, dari pohon-pohon yang berbuah, ga hanya untuk penghijauan tapi buah-buahnya juga bisa dinikmati ­čśŐ

Bayangkan kalo pohon-pohon tepi jalan di perkotaan tanah air atau kampung halaman ditanam paling ga pohon rambutan mini, pasti banyak yang betah berlindung di bawahnya ­čśŐ

Bir cevap yaz─▒n