Makna Idul Adha 1439 H, dan kenapa tidak bertepatan pada setiap negara..

248 Views

Hari ini di Austria telah merayakan Idul Adha 1439 H. Untuk penetapan hari raya yang disebut juga Hari Raya Kurban ini pada masing-masing negara ga sama ya, misalkan di kampung halaman ane Indonesia hari Raya jatuh pada besok tanggal 22 Agustus 2018

Hari Raya di Austria ini suasananya biasa-biasa saja, ga seperti di kebanyakan negara mayoritas muslim yang menjadi hari libur nasional, seperti di tanah air bahkan di Turki hari liburnya mencapai 9 hari. Wow.. MasyaAllah. Puas banget liburnya 😊 Ampir mirip ya lamanya seperti Idul Fitri. Di luar tanah air seperti di negara-negara Arab dan sekitarnya kedudukan Idul Adha sama seperti Idul Fitri dalam hal meriahnya 😊

Kalo di Austria harap maklum ya sepi kalo lebaran, maklum bukan negara mayoritas muslim. Di sini yang kerja tetap bekerja dan menjalankan rutinitas seperti biasa. Tapi tetap ga menghilangkan semangat berhari Raya Kurban.

Kalo di tanah air warga masih melaksanakan puasa ‘Arafah ya. Puasa ‘Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijah sangat dianjurkan karena banyak pahalanya dan Allah InsyaAllah amin akan melebur dosa-dosa kita setahun sebelum dan sesudahnya.

Pada hari ‘Arafah orang-orang yang melaksanakan haji sedang wuquf di ‘Arafah. Wuquf ‘Arafah adalah Hari Perenungan tentang untuk apa kita diciptakan. ‘Arafah adalah potret kecil tentang Mahsyar. Mahsyar adalah Hari Penantian Nasib manusia, apakah akan masuk surga atau neraka. Mahsyar adalah Hari Penyesalan karena manusia telah lalai menunaikan kewajiban. Mahsyar juga adalah hari dimana manusia akan ditanyai kadar Al-Haq dalam dirinya, seperti segala macam nikmat Allah yang telah diterima

Firman Allah dalam Al-Qur’an yang artinya :

Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia it)
(QS. At-Takasur ayat 8)

“.. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS. An-Nahl ayat 93)

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya :

“..di hari kiamat ditanya 4 perkara, yaitu tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang harta darimana diperoleh. temtang ilmunya apa saja yang telah diamalkannya”
(HR. Al-Bazar dan Ath-Thabrani)

AllahuAkbar. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita ya, InsyaAllah amin

Rasullullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya :
Sebaik-baiknya doa adalah doa pada Hari ‘Arafah.

MasyaAllah.. alhamdulillah

Teringat kalo masih di kampung halaman ane berjalan kaki sama emak ane ke masjid dan pulang dengan jalan yang berbeda. Senengnya itu ke masjid.. biasanya dah dari pagi-pagi biar dapat tempat di dalam masjid dan dapat sholat dengan khidmat dan mendengar ceramah sesudahnya.

Nah, sebelum menunaikan sholat Idul Adha ada anjuran tidak makan sebelumnya. Karena pada hari Idul Adha ini kaum muslimin yang mampu dianjurkan untuk berkurban, jadi kita nantinya bisa menyantap hasil kurban. Ini diterapkan emak sejak sedari kecil pada ane. Ada hadits yang meriwayatkan tentang hali ini

Dari ‚‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata :

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biaa berangkat sholat ‚‘ied pada hari Idul Fitri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan terlebih dahulu kecuali setelah pulang dari sholat ‘ied baru beliau menyantap hasil kurbannya.“
(HR. Ahmad 5:352. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadit ini hasan)

Hikmah dianjurkan makan sebelum berangkat sholat Idul Fitri adalah agar tidak disangka bahwa hari tersebut masih hari berpuasa. Sedangkan untuk sholat Idul Adha dianjurkan tidak makan terlebih dahulu adalah agar daging kurban bisa segera disembelih dan dinikmati setelah sholat ‘ied

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata, “Idul Fitri adalah hari diharamkannya berpuasa setelah sebulan penuh diwajibkan. Sehingga dianjurkan untuk bersegera berbuka agar semangat melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala dan perintah makan pada Idul Fitri (sebelum sholat ‘ied) adalah untuk membedakan kebiasaannya berpuasa. Sedangkan untuk hari raya Idul Adha berbeda. Karena pada hari Idul Adha disyari’atkan memakan dari hasil kurban. Jadinya, kita tidak dianjurkan tidak makan sebelum sholat ‘Ied dan nantinya menyantap hasil sembelihan tersebut.“
(Al Mughni, 2:228)

MasyaAllah.. Alhamdulilah

Sebelumnya sudah disinggung adanya perbedaan penetapan Hari Raya Kurban yang tidak ama pada sejumlah negara. Sekarang yuk kita lihat negara-negara mana saja yang menetapkan Idul Adha 1439 H pada hari ini dan esok hari 🙂

Penetapan Idul Adha 1439 H di sejumlah negara

Selasa, 21 Agustus 2018
– Aljazair
– Arab Saudi
– Bahrain
– Irak
– Kuwait
– Lebanon
– Libya
– Mesir
– Oman
– Palestina
– Qatar
– Sudan
– Suriah
– Tunisia
– Turki
– Uni Emirat Arab
– Yaman
– Yordania

Rabu, 22 Agustus 2018
– Australia
– Afrika Selatan
– Bangladesh
– Brunai Darussalam
– Indonesia
– Inggris
– Iran
– Jepang
– Maladewa
– Malaysia
– Mauritania
– Maroko
– Nepal
– Pakistan
– Singapura
– Sri Langka

Negara-negara Eropa mayoritas mengikuti Arab Saudi dalam penetapan hari Raya Idul Adha, termasuk negara ane bermukim sekarang Austria dan juga negara teman ane bermukim sekarang yaitu Swiss. Ga ketinggalan hp ane pun ikut memberitahukan kalo hari ini tanggal 21 Agustus adalah hari Raya Kurban. Maklum karena pake aplikasi Islam Pro untuk jadwal sholat yang bukan berasal dari tanah air kita, terjemahannya menjadi festival pengorbanan 🙂 Ga apa-apalah ya. Alhamdulillah lebih meyakinkan kalo hari ini hari raya Idul Adha 🙂

Nah, kalo ada saudara kita yang ga sama berhari raya seperti kita, misalkan di tanah air Indonesia besok tanggal 22 Agustus 1018, maka harus kita hormati dan ga perlu dipermasalahkan

Kenapa bisa berbeda antara negara satu dengan negara lainnya dalam merayakan Idul Adha ya.. bingung? Ga uah bingung-bingung, mari yuk kita simak penjelasannya  sebagai berikut :

Dalam ilmu falak, penanggalan hijri (berdasarkan pada perputaran bulan), biasanya memang negari-negari barat berpotensi ‘lebih dulu‘ melihat hilal

Sejak awal mula, istilah hari ‘Arafah itu adalah tanggal 9 Dzulhijah, baik yang wuquf maupun tidak

Perintah puasa ‘Arafah‘ adalah terkait dengan hari Arafah (9 Dzulhijah) bukan puasa karena adanya wuquf di ‘Arafah.

Puasa ‘Arafah sudah disyariatkan sejak tahun ke-2 Hijriyah, sedangkan ibadah haji (wuquf di ‘Arafah) baru disyariatkan pada tahun ke-9 Hijriyah. Jadi selama 7 tahun, kaum muslimin puasa ‘Arafah tanpa memperhatikan adanya  wuquf di ‘Arafah.

Fakta ilmiah falakiyyah menunjukkan bahwa negeri-negeri muslim terbagi dalam 2 wilayah mathla‘ (tempat munculnya hilal) yang terkadang berbarengan terkadang berbeda

Begitu juga perbedaan waktu antara satu negeri muslim di wilayah barat dengan negeri muslim di wilayah timur ada yang terpaut sampai 12 jam.
Jadi sholat dan buka puasa berdasarkan waktu di negeri masing-masing

Fakta historis, selama berabad-abad kaum muslimin di dunia melaksanakan puasa ‘Arafah bahkan Ramadan berpatokan pada penanggalan masing-masing

Tidak ada dalil yang membedakan antara ketentuan rukyat Idul Fitri dengan Idul Adha, misalnya kalau Idul Fitri boleh berdasarkan rukyat negeri masing-masing, sedangkan kalo Idul Adha harus berdasarkan rukyat Arab Saudi sebagai tuan rumah ibadah haji

Nah, demikianlah penjelasannya yang ane dapatkan dari berbagai sumber. Alhamdulillah jadi mengerti. Semoga info ini bermanfaat juga buat pemirsa ya

Akhir kata, ga lupa ane dan suami dari Austria mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Adha1439 H
Taqabbalallahu minna wa minkum

Bir cevap yazın