Lampionblume, ciplukan warna merah orange mentereng Austria

1.146 Views

Senang rasanya berjumpa dengan tanaman ciplukan, mengingatkan ane pada tanah air tercinta ­čśŐ Tanaman ini selalu ane jumpai kalo lagi ngurus suatu keperluan di kantor pemerintahan di negara Austria. Ya, tanaman ini tumbuh di pekarangan halaman perkantoran yang strategis, di tepi jalan besar sehingga memudahkan mata memandangnya, apalagi penampilan fisiknya yang lebih mencolok di antara segerombolan tanaman lain yang ikut tumbuh bersamanya, seperti mawar dan aster.

Saking senangnya ane minta waktu khusus pada suami untuk mengabadikan tanaman cantik ini dengan menjepretnya sana sini. Eh padahal tahun sebelumnya dah pernah menfotonya, tapi ga ada bosan-bosannya memfoto mereka lagi ­čśŐ Ane kira tanaman ini dah tamat riwayatnya, soalnya saat terakhir kemari di musim dingin, tanaman ini ga keliatan penampakannya.

Kalo di tanah air tanaman ini mudah tumbuh dimana aja, ga butuh pemeliharaan. Saking mudah tumbuhnya, kadang tanaman ini ga dianggap, paling jadi mainan favorit anak kecil karena bentuknya yang cantik seperti lentera atau lonceng dan buahnya yang tentu saja enak, manis-manis asem ­čśŐ

Masih ga tau tanaman ciplukan ini? Penasaran pengen tau.. yuk kita eksplor tanaman ini bersama-sama. Kita berkenalan dengan profilnya terlebih dahulu ya..

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Plantae
Ordo : Solanales
Keluarga : Solanaceae
Subfamili : Solanoideae
Suku : Physaleae
Subsuku : Physalineae
Marga : Physalis
Jenis : 75-90 jenis

Ciplukan memiliki sekitar 75-90 jenis atau spesies. Wow..banyak sekali ya.. Nah, karena ane tinggal di Eropa, maka ane akan memperkenalkan juga ciplukan yang tumbuh di daratan Eropa ini, terutama yang ane temui di Austria yaitu dari jenis  P. alkekengi

Ciplukan yang biasa dipanggil dengan nama Physalis sesuai dengan nama marganya, di Indonesia dikenal dengan nama ciplukan dari jenis P. peruviana atau P. angulata. Saat masak, buahnya yang kecil akan tertutup pembungkus seperti lentera. Pembungkus ini adalah pembesaran kelopak bunga.

Buah ciplukan ini dikenal juga dengan nama cecenet, nyurnyuran, kopok-kopokan atau cemplukan kalo di kampung halaman, atau kapstachelbeere kalo bahasa Jermannya. Berwarna hijau muda kekuningan kalo dah masak, tapi pembungkusnya tetap berwarna hijau atau kering. Nah, kalo jenis ciplukan di Eropa, warna pembungkusnya merah orange mentereng dan ukurannya lebih besar dari ciplukan tanah air

Banyak dari ciplukan spesies Physalis ini disebut groundcherries, untuk Physalis peruviana disebut Inca berry, sedangkan lainnya bernama gooseberry Cape. Jangan bingung dengan gooseberry yang asli ya. Gooseberry asli ga sama genus apalagi sebangsa ma ciplukan. Gooseberry asli berasal dari genus Ribes dan keluarga Grossulariaceae. Selain itu ciplukan juga sering dinamai buah poha atau buah berry emas ­čśŐ

Ciplukan merupakan tanaman herba yaitu tanaman yang tidak memiliki batang berkayu di atas tanah. Tanaman herba dapat berupa semusim, dua tahunan atau tanaman tahunan, dan termasuk forbs dan graminoid. Ciplukan dapat tumbuh setinggi 0,4 m hingga 3 m, mirip dengan tomat biasa, tanaman yang masih satu keluarga yang sama yaitu Solanaceae, tapi biasanya batangnya lebih kaku dan lebih tegak. Sebagian besar membutuhkan sinar matahari penuh dan cukup hangat hingga suhu panas. Beberap spesies sensitif terhadap es, tetapi yang lain seperti Lentera Cina yaitu P. alkekengi, tahan terhadap dingin yang parah ketika tidak aktif di musim dingin. Nah, makanya ciplukan jenis ini betah hidup di daratan Eropa, seperti yang ane temui di Austria, yang ane kira dah tamat riwayatnya itu ­čśŐ

Tidak semua spesies ciplukan dapat dimakan buahnya. Namun spesies tertentu dibudidayakan untuk dimakan buahnya. Buah ciplukan atau Physalis yang khas mirip dengan tekstur tomat yang keras, soal rasa mirip rasa strawberry atau nanas dengan keasamannya yang sedang-sedang aja ­čśŐ Beberapa spesies, seperti gooseberry Cape dan tomatillo telah dibiakkan menjadi banyak kultivar dengan berbagai rasa, dari tart lembut ke manis hingga gurih. Wow..

Buah ciplukan kaya akan cryptoxantin. Cryptoxanthin adalah pigmen karotenoid alami. Dalam tubuh manusia, cryptoxanthin dikonversi menjadi vitamin A (retinol), oleh karenanya dianggap sebagai pro vitamin A. Cryptoxanthin adalah antioksidan dan dapat membantu mencegah kerusakan akibat radikal bebas pada sel dan DNA, serta memperbaiki kerusakan oksidatif pada DNA.

Buahnya bisa digunakan sebagai tomat. Setelah diekstrasi dari kulitnya, ciplukan bisa dimakan mentah atau pun dijadikan salad. Beberapa jenis ciplukan ditambahkan pada makanan penutup, digunakan sebagai penyedap, diawetkan dengan cara dikeringkan dan digunakan seperti kismis. Ciplukan mengandung pektin dan dapat juga digunakan sebagai isian pai. Ciplukan dari jenis poha atau ceri tanah dibikin selai dan merupakan makanan penutup tradisional di Hawaii

Buah ciplukan mengandung physalin, zat penting untuk kesehatan. Buah ciplukan yang sudah matang banyak mengandung vitamin C, vitamin B1, pro vitamin A dan zat besi. Selain itu terdapat juga alkaloid, asam malat, tanin dan gula buah. Untuk lebih jelasnya, yuk kita cek kandungan gizi buah ini

Kandungan gizi

Physalis
Jumlah per 100 g

Kalori (kcal) 53
Jumlah lemak 0,7 g
Kolesterol 0 g
Jumlah karbohidrat 11 g
Protein 1,9 g
Vitamin A 720 IU
Vitamin C 11 mg
Kalsium 9 mg
Zat besi 1 mg

Selain itu kandungan aktif yang terkandung dalam Physalis antara lain saponin, flavonoid, polifenol dan physalin.

Nah, ternyata buah ciplukan bukan buah kemarin sore alias buah yang baru digunakan dan booming ya ­čśŐ Kita aja yang ga pernah tau mengira ciplukan hanyalah tanaman liar dan buahnya jadi cemilan iseng penghilang dahaga anak-anak kecil sehabis bermain di luar rumah. Buah ga dianggap ­čśŐ

Buah-buah ini menjadi buah komersil yang diperdagangkan di beberapa negara seperti di Kolombia dan secara luas dibudidayakan di India, yang dikenal dengan nama tipari atau Rashbari atau Bandoola atau Mottampuli.

Beberapa spesies ditanam sebagai tanaman hias, seperti P. alkekengi yang ane temui di Austria ini. Buahnya dapat dimakan dan sangat populer karena sarung pembungkusnya yang berwarna orange merah terang. Tapi hati-hati dengan bunganya ya.. karena mengandung racun solanin yang bila termakan bisa mengakibatkan muntah dan sakit perut

Ciplukan jenis P. subglabrata (Smooth landcherry), diklasifikasikan sebagai tanaman halusinogen, yaitu membawa pengaruh pada psikoaktif dan kepribadian, oleh karenanya budidaya selain tanaman hias dilarang di negara bagian Louisiana AS di bawah Undang-Undang Negara 159. Wow..

Dalam pengobatan Cina, spesies Physalis digunakan untuk mengobati kondisi seperti abses, batuk, demam hingga sakit tenggorokan

Di Afrika, daunnya dijadikan sayuran yang enak dan bergizi

Wow.. MasyaAllah. Ternyata banyak sekali manfaatnya buah ciplukan ini ya.. baik di dunia kuliner maupun di dunia kesehatan

Nah, tadi dah disinggung sedikit tentang ciplukan ala Austria yang sarungnya berwarna merah orange mentereng ini. Kita lanjut lagi yuk mengenalnya

Physalis alkekengi (ceri kandung kemih, lentera Cina, lentera Jepang, strawberry groundcherry atau ceri musim dingin atau lampionblume bahasa Jermannya) adalah kerabat P. peruviana (Cape goosberry). Tanaman ini mudah dikenali dengan pembungkusnya yang lebih besar dari ukuran normal ciplukan, warna pembungkus yang menutupi buahnya merah orange terang, yang menyerupai lentera kertas. Apalagi saat buah ciplukan ini masak, warna orange pembungkusnya akan seperti kertas transparan dan terlihat buahnya yang kecil masak berwarna orange, persis lentera ­čśŐ

Tanaman ini ternyata tumbuh secara alami di bumi Eropa lho, tepatnya di wilayah Eropa Selatan hingga ke wilayah Asia di Asia Selatan dan Asia Timur Laut. Tanaman ini juga dijadikan sebagai tanaman hias yang populer dan dibudidayakan di daerah beriklim dunia dan sangat kuat hingga di bawah -20 C. MasyaAllah

Tanaman ini tidak tumbuh sangat tinggi, itulah sebabnya cocok ditanam di balkon atau di kebun

Setelah buah matang, tanaman digunakan sebagai bunga potong, batang dengan lentera merah sering digunakan dalam hiasan bunga kering, atau bahkan sarungnya yang kering dijadikan hiasan seperti yang ane lihat di area pertokoan tepi jalan pusat keramaian

Seperti sejumlah spesies lain di genus/ marga Physalis, ciplukan ini mengandung berbagai macam physalin. Physalin adalah konstituen steroid dari tanaman Physalis yang memiliki kerangka skeleton yang tidak biasa 13,14-seco-16,24-cyclo-steroidal (dimana ikatan yang biasanya ada di antara 13 dan 14 posisi di steroid lain rusak sementara ikatan baru antara posisi 16 dan 24 terbentuk). Sejak isolasi dan penentuan struktur physalin A dan physalin B pada tahun 1969, lebih dari selusin physalin diisolasi dari spesies Physalis, yaitu Physalis alkekengi, Physalis angulata dan Physalis lancifolia. Senyawa-senyawa ini memiliki sifat antimikroba, antibakteri dan antiparasit.

Selain itu buah ini juga mengandung etil ester asam caffeic, 25,27-dehydro-physalin L, physalin D dan cuneataside E

Buah ini dapat dimakan, tapi harus benar-benar matang ya. Masyarakat Cina mengolah buahnya dengan dipanggang untuk dijadikan isian pai

Buah kering P.alkekengi disebut bunga emas dalam pengobatan Unani dan digunakan sebagai diuretik, antiseptik, korektif /pembersihan hati dan obat penenang

Wow.. MasyaAllah. Ternyata ciplukan benar-benar top deh. Dah cantik menarik, berkhasiat lagi. Apakah pemirsa akan memikirkannya sejenak dan syukur-syukur tertarik untuk ikut membudidayakannya juga? ­čśŐ

Sayang kan kalo dibiarkan begitu saja, apalagi di tanah air kita ga sulit menanamnya. Ciplukan adalah tanaman yang ga menuntut ini itu untuk dapat tumbuh ­čśŐ

Nah, pemirsa, sekian dulu laporan ane dari Austria ya. Sampai jumpa lagi ­čśŐ

Bir cevap yaz─▒n