Adab-adab di Hari Raya

371 Views

Idul Adha merupakan Hari Raya Besar untuk umat Islam selain Idul Fitri. Meskipun tahun 2018 ini ga berbarengan merayakannya, ada hari ini ada besok, tapi hal ini bukanlah suatu masalah. Tetap harus saling menghormati satu sama lain ya 😊

Idul Adha di Austria diadakan hari ini, di tanah air InsyaAllah amin merayakannya besok. Salah satu yang sangat membahagiakan dan ditunggu-tunggu adalah saat tiba hari yang suci ini. Bagaimana adab-adab kita di hari raya ini?

Yuk kita simak bersama-sama

Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam mencontohkan kepada kita adab-adab di hari Raya, baik terkait dengan sholat ‘Ied maupun lainnya

Disunnahkan mandi sebelum berangkat sholat dengan tata cara seperti mandi junub

Memperbanyak takbir
– Takbir hari raya Idul Adha ada dua bentuk, yaitu muthlaq dan muqoyyad, adapun takbir Idul Fitri hanya muthlaq saja
– Muthlaq artinya umum tanpa terkait waktu, hendaklah memperbanyak takbir kapan dan dimana saja, kecuali di tempat-tempat yang terlarang melafazkan dzikir, yaitu di WC dan yang semisalnya. Takbir muthlaq Idul Adha dimulai sejak awal Dzulhijjah sampai akhir hari Tasyir
– Muqoyyad artinya terkait dengan sholat lima waktu, yaitu bertakbir setiap selesai sholat lima waktu, dimulai sejak ba’da subuh hari Arafah sampai ba’da asar di akhir hari Tasyriq
– Disunnahkan mengeraskan takbir bagi laki-laki dan dipelankan bagi wanita, dan disunnahkan bertakbir di perjalanan ketika menuju sholat ‘Ied

Adapun kalimat-kalimat takbir maka terdapat beberapa atsar dari sahabat, di antaranya:

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu :

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ.

Ini juga yang teriwayatkan dari Umar dan Ali Radhiallahu ‘anhuma.

Dalam salah satu riwayat dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu :

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلله ِالْحَمْدُ.

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘anhuma:

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، وَللهِ الْحَمْدُ، اللهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ، اللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا

Dari Salman Radhiyallahu anhu :

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيراً

Memakai pakaian terbaik dan minyak wangi. Untuk wanita dilarang memakai wewangian dan dan hanya boleh dipakai untuk suaminya

Pada hari raya Idul Adha disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan sholat terutama bagi yang berkurban

Pergi menuju lapangan tempat pelaksanaan sholat ‘Ied. Lebih utama melaksanakan sholat ‘Ied di tanah lapang ketimbang di masjid. Karena Rasulullah tidak pernah melakanakan sholat ‘Ied di dalam masjid kecuali saat hujan. Dibolehkan untuk melakukannya di masjid bila tidak menemukan tanah lapang.

Bagi kaum wanita untuk keluar menuju sholat dan khutbah ‘Ied dengan tanpa tabarruj (menampakkan kecantikan) dan tanpa mengenakan wewangian. Wanita haid tetap pergi ke lapangan untuk mendengarkan khutbah, namun ditempatkan terpisah.

Dianjurkan juga bagi anak-anak untuk ikut keluar menuju tempat sholat dan khutbah ‘Ied

Melaksanakan sholat Ied

Mendengarkan khutbah

Mengambil jalan lain ketika berangkat dan pulang. Di antara hikmahnya adalah untuk menampakkan syiar Islam di hari Raya

Dianjurkan berjalan kaki sampai tempat sholat dan tidak memakai kendaraan kecuali jika ada hajat

Tidak disunnahkan sholat apa pun sebelum dan sesudah sholat ‘Ied, kecuali apabila sholat ‘Ied dilaksanakan di masjid maka disunnahkan sholat tahiyyatul masjid apabila sholat ‘Ied belum dimulai.

Bagi yang tertinggal sholat ‘Ied berama jama’ah, maka hendaknya dia mengqadha‘ (mengganti)nya dengan tata cara yang sama sebanyak dua rakaat.

Menyembelih hewan kurban setelah selesai mengerjakan sholat ‘Ied.

Seseorang yang telah menyembelih kurbannya boleh memotong kuku dan rambutnya, baik rambut itu tumbuh di kepala, kumis, sekitar kemaluan maupun di ketiak

Mengucapkan Selamat Hari Raya
“ taqabbalallahu minna wa minka“ / “ tabqabbalallahu minna wa minkum“

Menjawab ucapan Selamat Idul Adha dengan ucapan yang sama
“ taqabbalallahu minna wa minka“ / “ taqabbalallahu minna wa minkum“

Apabila ‘Ied bertepatan dengan hari Jum’at, maka para laki-laki boleh memilih antara sholat Jum’at atau sholat Zhuhur (HR. Abu Daud)

Hindari ikhtilat (bercampur baur) atau berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram. Karena hal tersebut termasuk hal yang diharamkan secara syar’i berdasarkan sabdanya :

لَأَنْ يُطْعَنُ فِيْ رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيْدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لاَ تَحِلُّ لَه

“ Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya“

(HR. Ar-Ruyany dalam Musnadnya no.1282, Ath-Thobrany 20/no.486-487 dan Al-Baihaqy dalam Syu’abul Iman no.4544 dan dishohihkan oleh Syeikh Al-Albany dalam Ash-Shohihah no.226)

Demikianlah info kali  ini, semoga bermanfaat untuk kita semua

Bir cevap yazın