Pilkada Indonesia serentak 2018 terbesar dan tercepat di dunia

283 Views

Eforia selanjutnya dalam seminggu terakhir ini adalah Pilkada di tanah air tercinta yang diselenggarakan serentak di berbagai daerah pada hari Rabu tanggal 27 Juni 2018 kemarin, yang pertama kali dalam sejarah menjadi hari libur nasional ­čśë Pilkada kali ini menjadi Pilkada serentak ketiga yang diadakan setelah tahun 2015 dan tahun 2017. Sebelumnya kita lagi asik-asiknya bersemangat mengikuti perkembangan terkini Piala Dunia 2018, datanglah Pemilu Turki yang menyita perhatian ane yang alhamdulillah Pak Recep Tayyip Erdogan terpilih kembali memimpin Turki. Masih hangat-hangatnya Pemilu Turki eh adek perempuan ane memberitahu kalo kampung halaman ane ikut memilih pemimpin baru juga. Dengan kemajuan teknologi sekarang alhamdulillah ga sulit buat ane untuk mengetahui berita terkini.

Ternyata ga hanya di kampung halaman ane lho memilih pemimpin baru.. tetapi ada kampung-kampung lainnya juga. Daerah yang berpartisipasi pada Pilkada kali ini ada 171 daerah yang terdiri atas 17 propinsi, 39 kota dan 115 kabupaten. Diikuti oleh 520 pasangan calon (paslon) yang terdiri dari 55 pasangan pada pilkada propinsi, 344 pasangan pada pilkada kabupaten/ bupati dan 121 pasangan pada pilkada walikota dan diantaranya ada sekitar 16 daerah dengan calon tunggal. Lha kok bisa? Emang ga ada calon pemimpin yang mumpuni di daerah tersebut? Jadi calon tunggal ini bisa langsung menang ya karena sing ada lawan? ­čśŐ Oalah, ternyata bertarung dengan kotak kosong. Gimana ceritanya tuh ­čÖé Hhhh… dengan fakta ini Pilkada serentak tahun 2018 ini menjadi yang terbesar dalam segi kontestan dan tercepat dalam penyelenggaraannya, hanya sehari! Wow .. emejing istilah emak-emak now. Kebayang kan betapa hiruk pikuknya Pilkada kali ini? Eforia Pilkada ini bahkan sampai ke Austria tempat ane bermukim sekarang. Biar bagaimana pun ane pengen tau juga siapa pemimpin yang terpilih memimpin kampung halaman ane 5 tahun ke depan. Tentu harapan semua pihak daerahnya menjadi lebih baik dan maju dari sebelumnya ya.

Nah, yang ada di kepala emak-emak biasanya urusan klasik, darimana duit negara untuk mendanai Pilkada sebanyak ini ya, yang digelar secara serentak di 171 daerah dengan jumlah TPS mencapai 387.566 dan pemilih tetap yang bertambah banyak, ada lebih kurang 152 juta lebih pemilih, yang hanya ada di Indonesia? ­čśŐ Maklum ya kita yang jauh di negeri orang dengernya tanah air kita tercinta lagi terjerat utang ribuan triliun rupiah, belum lunas pula. Apa masih ada dana yang disisihkan untuk Pilkada? ­čśŐ Apakah ini rekor dunia yang disematkan pada Indonesia karena menyelenggarakan Pilkada terbanyak? ­čśŐ Karena ga gampang lho membiayai Pilkada ini disaat keuangan negara morat marit. Hmm, ternyata bikin mulut menganga, dananya Rp.15,59 triliun boÔÇś dengan rincian untuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rp.11,9 triliun, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rp.3,6 triliun dan untuk pengamanan Rp.379 miliar. Wow.. Maka jangan sia-siakan Pilkada kali ini.

Untuk menjadi pemimpin bagi kita yang umat beragama, ini bukanlah tentang kekuasaan dan gengsi. Ini adalah tentang amanat rakyat yang akan dipertanggungjawabkan ga hanya di dunia tapi di akhirat juga. Jika seseorang merasa berjiwa pemimpin atau berbakat menjadi pemimpin jangan diam aja, berpartisipasilah. Seperti nabi Yusuf dalam firman Allah yang artinya : Dia (Yusuf) berkata, ÔÇťJadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.ÔÇť(QS. Yusuf ayat 55)

Yang memilih, berpartisipasi juga. Jangan sia-siakan kesempatan ini. Menyelenggarakan Pilkada ga serupiah dua rupiah lho yang keluar, apalagi di ratusan daerah ini. Gunakan suara dengan bijak. Jangan golput, karena suara kita menentukan masa depan. Yang sekuler, liberal, kafir, munafik, lebay, sotoy, bencong, gay dan beragam jenis manusia ikut semua, kalo yang menang pemimpin yang ga sesuai dengan hati nurani kita, jangan nangis bombay karena saat itu kita jadi golput. Emak-emak jangan marah kalo harga cabe, bawang segala rupa malah meroket karena golput. Protes ma siapa.. Rumput yang bergoyang?

Peyelenggara dan jajarannya juga bekerjalah secara adil, jujur dan bijaksana. Perlu jiwa yang tenang dan hati yang bersih untuk mengawal Pilkada kali ini agar jangan sampai terjadi kecurangan yang merugikan pihak lain.

Mudah-mudahan Pilkada kali ini lebih baik daripada sebelumnya ya. Semoga calon pemimpin baru sesuai dengan yang dipilih rakyat, yang bersih kinclong seperti perawan, ga ada jejak rapot merah, dapat mengemban tugas untuk 5 tahun ke depan seperti yang diamanatkan rakyat.

Salam hangat dari Austria

 

Bir cevap yaz─▒n