Kue Maksuba, Lapan Jam, kangennya di hari Fitri sampai ke Austria

446 Views

Ramadan telah usai. MasyaAllah, begitu cepat waktu berlalu. Sekarang kita berada di bulan Syawal. Tahun ini ane dan suami ga mudik atau pulang ke kampung halaman di negara tercinta ane Indonesia untuk merayakan Idul Fitri. Terasa beda itu pasti ya, maklum karena kita ga berada di negara mayoritas muslim dengan tradisinya merayakan Idul Fitri yang merupakan hari Raya umat Islam juga.

Masih terang dalam ingatan ane tahun lalu kita merayakan Idul Fitri atau lebaran di kampung halaman. Kumpul bareng keluarga itu sesuatu banget. Ga bisa diganti dengan apa pun. Ini juga merupakan yang pertama bagi suami merayakan Idul Fitri di negara mayoritas muslim, bahkan yang terbesar di seluruh dunia. Wow.. gimana ga sesuatu gitu lho 🙂

Euforia Idul Fitri bahkan terasa sejak beberapa hari sebelumnya. Kaum emak dan anak gadis biasanya sibuk di dapur mempersiapkan makanan dan cemilan untuk Idul Fitri nanti. Bukan apa-apa, hanya saja saat Idul Fitri kita kan pasti sibuk ya menerima tamu ataupun silahturahmi ke handai taulan, saling memaafkan agar hati kembali bersih, jadi ga banyak waktu untuk masak memasak lagi.

Nah, salah satu aktivitas yang sangat ane sukai adalah membantu emak ane membuat kue basah antara lain kue Maksuba dan Lapan Jam yang emang dah jadi tradisi selalu ada dalam setiap momen indah ini. Kue Maksuba dan Lapan Jam, kangennya  di hari yang fitri ini sampai ke Austria

Karena membuat kue ini memakan waktu, emak biasanya mulai membuatnya selesai sholat subuh atau paling ga di pagi hari. Tapi ngomong-ngomong pemirsa ada yang tau ga dengan kue Maksuba dan Lapan Jam ini? Namanya unik dan mungkin sedikit asing bagi pemirsa yang berada jauh dari daerah dimana kue ini berasal. Tapi bagi yang masih berdarah Palembang dan sekitarnya atau paling ga pernah tinggal di wilayah ini pasti dah ga asing dengan kue manis manjah ini 😊

Kue-kue ini diakui sebagai kue khas Palembang. Kue-kue ini ga hanya terkenal di pusatnya kawasan provinsi Sumatera Selatan tetapi merambat hingga ke provinsi sekitarnya. Bahkan di kampung halaman ane pun kue-kue ini merupakan kue favorit dan elit, dihargai hingga Rp.250.000 per loyang. Wow..

Kue ini menggunakan bahan utama telur dengan susu kental manis, gula pasir, mentega, sedikit tepung dengan esen vanila cair. Emak ane biasanya memasak kue-kue ini dengan cara dikukus, dapat juga dipanggang seperti yang dilakukan kebanyakan orang.

Tapi yang namanya anak pasti suka masakan emaknya ya 😊 Tapi emang benar lho, kue-kue yang dimasak dengan cara dikukus ini lebih segar dan enak tapi ga bikin eneg, amisnya juga ga kentara. Gimana ga, kalo telor aja yang dipake sampai puluhan, telor bebek lagi. Nah lho! Maka untuk membuat kue ini menjadi benar-benar enak, gampang-gampang susah juga. Butuh kesabaran dan ketelatenan, karena kalo ga, ya itu tadi, kadang eneg, amis telornya kentara, terlalu manis atau lapisan-lapisannya ga cantik atau ga nempel pol dan macam-macam kisah ketidakpuasan lainnya 😉

Ahay..  jadi makin seru nih cerita tentang kue Maksuba dan Lapan Jam. Eh, satu lagi yang ane suka dari kue basah di hari yang fitri ini. Kalo kue yang satu ini pasti dah hampir setiap orang kenal, karena emang lebih ngetop di nusantara dibanding kue Maksuba dan Lapan Jam. Dialah kue lapis legit. Awal kemunculannya di rumah sebagai tradisi kue basah lebaran belum sampai belasan tahun sih, seperti kue Maksuba dan Lapan Jam yang bahkan telah hadir hampir setiap Idul Fitri sejak ane masih dalam pangkuan 😊 Kalo yang ini kakak ipar (istri abang) yang bikin.

Emang dasarnya dah berbakat bikin kue ya, kakak ipar ga menemui kesulitan berarti saat benar-benar terjun langsung membuatnya. Awalnya sih kakak ipar suka beli untuk Idul Fitri. Tapi lama-lama kok jadi penasaran, kenapa ga bikin aja sekalian. Kalo bikin sendiri kan kita yang tau kualitasnya ya.. Kue yang dibikin dah pasti masih baru dan segar dan bahan-bahannya InsyaAllah alami ga pake pengawet atau pemanis buatan dan tentunya ini menyehatkan buat kita, kuenya juga sesuai dengan yang kita inginkan, seperti ga terlalu manis, karena kalo over manis yang ada malah pahit 😊

Untuk kue basah yang satu ini kita biasanya tau beres 😊 Emak tinggal dapat bingkisan kue ini aja dari kakak ipar tercinta😊 Kue lapis legit ini konon katanya diadaptasi dari kuenya Belanda, yang menjajah kita berabad-abad lamanya, sesuai dengan namanya Spekkoek. Jadi masih ada bau-bau bule gitu 😊

Bahan-bahannya yang lain sama saja dengan kue basah khas Palembang kue Maksuba dan Lapan Jam, seperti menggunakan gula pasir, mentega, susu kental manis, tepung terigu, essen vanila dan yang utama adalah telur yang banyak, tapi kue lapis legit ini yang diambil hanya kuning telurnya saja. Ada juga tambahan bumbu khas lapis legit berupa rempah-rempah yaitu kayumanis, pala dan kapulaga atau dapat digantikan dengan Spekkoek. Nah, ini lagi yang membedakan lapis legitnya Indonesia dengan bule, lapis legit kita menggunakan rempah-rempah khas Indonesia 😊 Kue-kue ini sama-sama kue tinggi lemak, terutama dari telurnya. Untuk kue maksuba dan kue lapis legit, sama-sama memiliki lapisan yang tiap lapisannya dioven satu-satu, atau dikukus kalo kue maksuba basah jenis yang dikukus.

Kue lapis legit nih ga kalah heboh enaknya ma kue basah Maksuba dan Lapan Jam. Benar-benar super nikmat. Dunia aja mengakui kue lapis legit merupakan salah satu kue basah Nasional yang terenak seantero jagat. Wow..

Nah, inilah sedikit cerita ane mengenai sisi lain di hari yang fitri ini 😊 Mengenai pengenalan lebih mendalam kue maksuba dan lapan jam akan ane kisahkan di edisi selanjutnya 😊 Sampai jumpa di edisi selanjutnya ya.

Oya, karena masih suasana lebaran, ane mau sampaikan ucapan Idul Fitri nih buat pemirsa sekalian. Ane dan suami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H buat pemirsa semua. Mohon maaf lahir dan batin

Bir cevap yazın