Maibaum, Panjat Pinang ala Austria

356 Views

Musim semi yang saat ini datang disambut bahagia warga, termasuk ane. Musim semi yang indah dengan cuacanya yang sejuk, tidak terlalu dingin juga tidak terlalu panas, bikin adem hati. Ga jarang suami bawa ane sekedar jalan kaki mengitari alun-alun kota sambil nunggu pesanan piza dan kebab kita selesai dimasak. Biasanya sih kalo musim dingin kemarin suami yang beli dan ninggalin ane sendiri aja duduk manis di mobil 😊

Alun-alun kota selalu ramai di musim semi ini, pada keluar rumah semua seperti ayam keluar kandang 😊 sebagai pelampiasan kebahagian karena musim dingin telah berakhir. Alun-alun ini ga terlalu luas, paling hanya sebesar setengah lapangan sepakbola. Di sekitar alun-alun terdapat pertokoan dan perkantoran juga restoran dan hotel. Nah, ada juga restoran terbuka juga yang menjual aneka es krim dan kue basah. Bangku-bangku tempat duduk juga disediakan untuk kenyamanan pengunjung. Di depan alun-alun berdiri megah dan tinggi mencolok gereja tua yang masih tetap terawat bersih. Seperti kebanyakan bangunan Eropa, terutama Austria, bangunan di sini juga merupakan bangunan tua bercampur muda bergaya klasik sekaligus modern. Alun-alun ini semakin cantik dengan adanya pohon-pohon yang bunga-bunganya lebat bermekaran berwarna merah muda.

Nah, saat kita mengitari area alun-alun yang ga seberapa besar di sebuah ibukota gemeinde/ kampung ini, ane melihat pemandangan yang ga asing lagi seperti di tanah air. Tiang tinggi dari kayu untuk panjat pinang tiap acara Agustusan ada di Austria. Wow.. beneran ini untuk panjat pinang nih. Tanya pakarnya ah 😊 Sumber info terpercaya paling dekat ya suami ane.

Suami bilang anak-anak lelaki memainkan permainan ini. Mereka akan datang ke acara ini dan bilang ke panitia mau ikut permainan ini dan nanti panitia yang menuliskan nama mereka dan dipanggil saat giliran tiba. Mereka akan memanjat tiang ini dengan penuh semangat. Seperti adu kekuatan juga. Kalo sampai ke puncak berarti nih anak kuat. Sewaktu masih kecil suami ikut permainan ini dan selalu menang. Saat itu kira-kira umurnya 9 tahun dan ikut permainan ini sampai umur 12 tahun. Terus ga mau lagi. Katanya sih permainan ini kekanak-kanakan. Hhhh.. bisa aja suami ane. Masih imut serasa tua aja gaya pikirannya 😊

Tiang kayu yang bahasa Jerman namanya Maibaum, kalo diterjemahkan ke bahasa Indonesia kira-kira Pohon (bulan) Mei biasanya terbuat dari batang pohon/ kayu yang dipancang di tengah-tengah alun-alun kota pada setiap bulan Mei. Untuk menambah kecantikan Maibaum ini di atasnya diletakkan hiasan pita-pita atau rangkaian bunga-bunga yang berwarna-warni.

Jadi ingat Panjat Pinang di tanah air. Ane tanya suami (lagi) kalo tiangnya dikasih oli bekas ga biar yang manjat agak ribet (penyiksaan nih panitianya, mungkin maksud mereka biar penuh sensasi kali ya 😉) dan biar yang menonton pun ikut heboh juga. Atau yang ikut permainan ini hanya perorangan atau berkelompok atau di puncak tiang kayu ini ada banyak hadiah yang diperebutkan ga.. Kadang kan panitia suka-suka kasih hadiah ya sampai sepeda dan kompor pun disertakan, sesuai dana yang ada 😊 Waduh, banyak banget pertanyaan ane karena pengen tau. Kepo istilah emak-emak now 😊 Suami lebih-lebih waduhnya dengan pertanyaan ane..

Suami menjelaskan kalo di kampungnya ternyata yang ikut permainan ini hanya anak lelaki aja dan perorangan, ga pake kelompok. Ga ada tiang kayunya dikasih oli bekas, kasihan dong anak-anak nantinya. Ga ada hadiah di puncak tiang. Jadi permainan ini murni hanya untuk hiburan dan unjuk kekuatan aja, siapa yang kuat sampai ke puncak tiang, dia yang menang. Biasa yang ikut anak-anak lelaki sampai remaja. Yang tua dah nyerah duluan bersaing sama anak muda.. ga kuat 🙂

Jadi penasaran nih. Sebenarnya apa sih Maibaum atau panjat pinang ala Austria ini? Yuk pemirsa mari kita kepoin sama-sama 😊

Maibaum adalah bahasa Jerman, dari asal kata Mai yang artinya bulan Mei dan baum yang berarti pohon. Jadi Maibaum adalah Pohon bulan Mei. Pohon ini dipasang pada tanggal 1 Mei atau sehari sebelumnya. Memasang Pohon bulan Mei ini adalah salah satu tradisi dari 6 tradisi warga Jerman seperti di Baden-Wütenberg, Bayern dan juga Austria dalam menyambut kedatangan bulan Mei. Awalnya tradisi ini adalah tradisi jaman Anglo dahulu kala, dah tua banget. Tapi sekarang sih di Austria terutama di kampungnya suami hanya sebagai hiburan aja dan permainan anak-anak.

Pohon atau bisa juga disebut tiang ini dihiasi dan dikelilingi dengan pita-pita panjang berwarna warni dan menjuntai dan juga bunga-bunga beraneka warna. Pohon dan hiasan-hiasan ini tergantung pada masing-masing tempat. Di beberapa tempat hiasan-hiasan ini melambangkan kerajinan atau kegiatan setempat. Di Bayern misalnya, pohonnya harus berbentuk spiral dari bawah kiri ke atas kanan dengan pola lambang daerah Bayern berwarna putih dan biru laut. Pohon yang dipilih adalah pohon jarum dengan tinggi 56 m. Ini adalah pohon yang paling tinggi. Di Rheinland, pohon yang dipilih adalah pohon Birke dengan tinggi 20 sampai 25 m, dengan pohon tertinggi dalam sejarah adalah 40 m

Pemasangan atau pendirian pohon ini biasanya dibarengi dengan pawai, musik alat tiup dan makan sosis. Pohon yang telah ditebang dan dihilangkan daunnya akan didirikan dengan bantuan tiang panjang sebagai penyangga. Tapi sekarang pendirian pohon ini dibantu dengan mesin traktor, alat pengangkut maupun mesin derek. Pohon ini akan berdiri sampai akhir bulan Mei atau bahkan sampai musim gugur, kemudian pohon akan dirobohkan, dibersihkan dan disimpan untuk perayaan tahun depan, atau digunakan untuk festival lainnya. Pohon yang ditebang untuk Maibaum ini bisa digunakan 2 hingga 5 tahun ke depan.

Yang bikin seru itu tradisi saling mencuri Pohon bulan Mei dari kota dan desa yang berbeda. Makanya warga pun jadi ikut sibuk juga menjaga dan mengawasi pohon ini siang malam. Kalo sampai kecolongan maling, maka warga harus memberikan tebusan dalam bentuk minuman dan makanan dalam jumlah besar. Wah.. lumayan bikin sport jantung juga 😊

Tradisi lain yang berkaitan dengan Maibaum yang bisa diartikan sebagai simbol cinta ini adalah ngungkapin cinta. Lha kok masih ada di era gadget ini yang kesulitan ngungkapin cinta ya 😊 Bisa jadi kalo yang cowoknya ga punya nyali untuk menyatakan perasaannya yang terdalam kepada tambatan hati, sampai-sampai musti nunggu tanggal 1 Mei. Nah, tanggal 1 Mei inilah saat yang tepat untuk ngungkapin perasaan yang selama ini terpendam. Hmm.. tahan juga ya. Semoga tambatan hati ga keburu disabet orang 😊

Gimana cara ngungkapin cintanya ya. Biar berasa romantis dan penuh perjuangan eaa.. para pemuda akan pergi ke dalam hutan, menebang pohon muda dan menempatkannya  di luar depan rumah atau jendela kamar gadis tambatan hatinya, lengkap ma hiasan dan nama gadis yang tertera pada pohon. Si pemuda akan menjaganya semalaman agar ga direbut pemuda lain. Kalo si gadis yang menerima Maibaum ini menyukai si pemuda, maka si gadis akan mengundangnya makan malam. Si ibu boleh ikutan nimbrung akan membuatkannya kue. Wah.. penantian yang ga sia-sia ya 😊

Nah, itulah sekilas info tentang Maibaum di Austria. Jadi kalo suatu saat pemirsa dolan-dolan kemari melihat Pohon bulan Mei yang dipancang di tengah-tengah alun-alun kota, jangan kaget dan mengira ini untuk panjat pinang acara Agustusan ya, seperti ane 😊

Bir cevap yazın