Ke Passau Jerman kita, yang berbatasan dengan Austria

838 Views

Passau adalah kota yang berbatasan dengan negara Ceko dan Austria. Dari rumah ke kota ini kira-kira 1 jam. Awalnya mau jalan-jalan ke Jerman atas usulan adek ipar yang kerja di kota dekat perbatasan Austria dan Jerman. Si adek tahu banget wilayah sekitar sini,  karena emang dah sehari-hari menghabiskan waktunya di wilayah ini, makanya berani ngajak jalan-jalan 😊 Dari kantor tempatnya kerja di Austria ke Jerman tepatnya ke kota Passau hanya 15 menit. Si adek bilang ada Pasar Raya atau Hiburan Rakyat selama seminggu, sekalian aja liburan sambil liat-liat suasana negara tetangga.

Awalnya si adek hanya bilang ke suami rencana ini. Trus suami laporan ke ane kalo kita akan jalan-jalan ke Jerman, ada ‘party‘. Hmmm.. kalo budaya bule kan biasa yang namanya party-party itu ya. Suami seakan ngerti pikiran ane. Maksud party di sini bukan seseram dibayangkan. Kita liat aja nanti. Duh, jadi penasaran. Kalo jadi, ini yang pertama kali ane menginjakkan kaki ke Jerman 😊 Ok deh, sebaiknya kita kenalan dulu yuk ma kota Passau di Jerman yang berbatasan dengan Austria, negara dimana ane tinggal saat ini 😊

Passau adalah sebuah kota otonom di bezirk Niederbayern, negara bagian Jerman yaitu Bayern, Jerman. Kota ini dikepalai oleh seorang walikota. Passau yang memiliki luas area 8.958 km² ini juga dikenal sebagai Dreiflüssestadt (kota tiga sungai), karena sungai Donau bergabung dengan sungai Inn dari selatan dan sungai IIz yang datang dari hutan Bayern ke utara. Yang serunya lagi, sungai-sungai ini berbeda warnanya.

Sungai Inn ini ga hanya melalui negara Jerman aja, tetapi negara Austria dan Swiss juga. Sungai Inn merupakan anak sungai Donau sepanjang 517 km yang sumbernya terletak di Pegunungan Alpen Swiss di kawasan Engadina yang dinamai menurut nama sungai itu, disebut En di sana. Sungai ini ke Donau, membentuk perbatasan antara Jerman (Bayern) dan Austria (Oberösterreich). Kota-kota di bagian akhir sungai ini ialah Simbach, Braunau dan Schärding. Nah, kita juga bermobil melalui kota ini saat ke kota Passau di Jerman. Pantesan ga seberapa jauh, karena Oberösterreich adalah negara bagian Austria di mana kita bermukim 😊

Sungai Inn dan sungai Ilz bermuara di kota Passau, sedangkan sungai Donau melanjutkan perjalanan sampai ke laut Hitam di Rumania.

Sementara untuk sungai Donau emang ane dah kenal duluan ya. Sungai terbesar kedua di Eropa setelah sungai Volga ini ada dimana-mana 😊 Saat kita melalui kota ini, suami bilang kalo kemana aja kita pergi selalu ketemu sungai Donau, dari kota Linz sampai dengan kota Wina, eh begitu juga saat mau ke kota Passau di Jerman 😊

Kota yang berpenduduk lebih dari 50 ribu jiwa ini, sekitar 10 ribu penduduknya adalah mahasiswa Universitas Passau. Wow.. Perguruan tinggi yang didirikan pada akhir tahun 1970-an ini adalah perluasan Lembaga Studi Katolik (Katholisch-Theologische Falkutät) yang didirikan pada tahun 1622.

Passau memiliki hubungan kota kembar sejak tahun 1974 dengan Krems an der Donau, Austria dan kota sahabat seperti Eferding dan Linz, di Austria. Krems an der Donau adalah sebuah kota di Austria, di negara bagian Niederösterreich, di ujung lembah Wachau.

Kota kembar adalah konsep penggabungan dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial antar penduduk. Umumnya memiliki persamaan keadaan demografi dan masalah-masalah yang dihadapi. Konsep kota kembar ibarat sahabat pena. Hubungan kota kembar sangat bermanfaat bagi program pertukaran pelajar dan kerjasama di bidang budaya dan perdagangan.

Jadi ingat nih waktu masih imut-imut kemarin 😊dulu jamannya belum ada internet dan yang booming itu majalah remaja. Dipinjamin tante majalahnya untuk ane. Namanya anak-anak ya selalu pengen tau, suka banget kalo baca artikel tentang pertukaran pelajar. Pengen banget bersahabat pena dengan orang-orang dari negara luar yang berbeda ras, warna kulit dan budaya. Dua kali pengen bisa jalan-jalan ke negaranya mereka 😊 Kan di Al-Qur’an emang disebutkan bahwa Allah menciptakan kita hingga bersuku bangsa agar kita saling mengenal ya. Sayangnya ane tinggal di kampung yang aksesnya ga termasuk kategori apik 😊 Jadi ya hanya tinggal kenangan aja. Eh, siapa sangka beberapa tahun kemudian, bukannya sahabat pena yang didapat, malah suami, ga pake liburan ke luar negeri, malah lagi tinggal di negaranya😊

Ok, itu sekedar intermezo. Sekarang balik lagi ke kota Passau. Dulu Passau menjadi salah satu wilayah yang dikuasai Romawi. Passau kuno disebut namanya Batavis.

Nah, akhirnya hari yang dinanti tiba juga. Ga lupa ya selalu bawa paspor, kali aja ada pemeriksaan di perbatasan. Karena ane dah mengantongi ijin tinggal di Austria karena turut suami, maka ane ga perlu visa untuk memasuki negara-negara Eropa yang tergabung dalam anggota negara Schengen, termasuk Jerman. Dari rumah kita bermobil ke tujuan kita ke kota di negara Jerman yang terdekat dengan area kita tinggal memakan waktu lebih kurang 1 jam.

Karena kita bepergiannya pada awal bulan Mei, musim lagi mekar-mekarnya bunga dah berakhir, yang berarti dah sepenuhnya musim semi. Tapi jangan kecewa, pemandangan tetap indah kok.  Sepanjang jalan yang kita liat berganti dengan pepohonan yang berwarna hijau cantik, dengan hamparan rerumputan dan tanaman kecil dengan bunga kuningnya yang rimbun, sehingga kalo diliat dari kejauhan seperti lagi ada pameran permadani 😊Kita juga lagi-lagi ketemu dengan sungai Donau yang terkenal mengalir di 10 negara Eropa ini.

Lima belas menit sebelum sampai di tempat yang kita tuju yaitu hiburan rakyat di kota Passau, kita tiba di perbatasan yang merupakan jalan tol dengan dijaga petugas. Lumayan mobil-mobil dilirik pak petugas, ada juga yang diberhentikan untuk diperiksa. Kalo yang begini kadang bikin hati ga karuan, maklum selalu terngiang orang bule itu rasis. Apalagi kalo liat yang berjilbab. Saat giliran kita, hanya dilirik sedikit kemudian kita bisa melanjutkan perjalanan. Hhh.. alhamdulillah aman..

Akhirnya sampailah kita di kota terdekat dengan negara Austria ini. Ahaay.. ane ke Jerman mak 😊 Ternyata negara Jerman ga jauh-jauh amat bedanya ma Austria ya..

Banyak bangunan tua berbaur dengan bangunan baru dan modern. Bangunan tua di Passau banyak didominasi bergaya barouque. Meski begitu, kota ini juga memiliki pusat perbelanjaan dan mall. Banyak pendatang menetap di kota ini karena sering menjadi pintu masuk migran dan pendatang.

Bangunan yang terkenal dan menjadi landmark kota Passau adalah Katedral atau Dom Santo Stephan. Bangunan bergaya barouque ini sudah ada sejak abad ke-17. Yang menariknya di gereja ini terdapat organ tuanya yang masih indah diperdengarkan sampai sekarang, yang merupakan organ terindah di dunia. Untuk melihat keindahan kota Passau dari atas, kita bisa naik oberhaus atau ke atas bukit.

Nah, tibalah kita ke tempat yang dituju. Area seperti hiburan rakyat gitu dimana orang-orang pada datang ke suatu taman yang luas dengan banyak pertunjukan dan permainan seperti komedi putar dan ayunan untuk anak-anak, juga roller coaster dengan beragam jenis. Kalo mau adrenalin ya di sini tempatnya. Sayang suami lagi ga minat. Ok, ga apa-apa. Kita jepret jepret aja 😊

Ada juga tempat lapak orang jualan di sini. Ada jualan aneka bunga dan tanaman, kebab dan piza juga fast food dan keju yang segede-gede balok es dari negara Swiss. Baru ini ane liat keju model begini. Karena penasaran, kita coba beli. Seporsi isi dua irisan tipis keju plus roti mungil seharga hampir 3 Euro. Alamak mahalnya 😉Namanya pameran ya, harganya ga pernah miring. Kebab aja yang harga pasaran 3 Euro, di sini bisa 5 sampai 6 Euro..

Itu makanan. Belum permainannya. Ada banyak permainan di sini, termasuk memanah. Hanya memanah aja bisa 25 Euro.. aaa..kalo emak-emak mending dibeli kebutuhan dapur ya, lumayan kalo dirupiahin hampir setengah jeti 😊

Karena cuacanya cerah dan matahari sedang betah-betahnya menyinari bumi, banyak warga yang mendatangi area ini. Dari sekedar liat-liat, belanja, makan-makan sampai yang ikut dalam permainan. Banyak juga yang menikmati makan di tempat yang telah disediakan.

Setelah puas keliling-keliling area, kita pun pulang. Suami bilang tempat ini ga ada apa-apanya dibanding tempat arena hiburan di Gardaland, Italia. Ga masalah. Yang penting kita refreshing dah jalan-jalan liat dunia luar, Jerman lagi 😊 Btw, tentang Gardaland di Italia ini, suami emang pernah ke sini sewaktu ada urusan pekerjaan, sekalian liburan. Kalo ada waktu suami mau ajak kita jalan-jalan ke sana. Dari rumah ke Italia memakan waktu 6 jam. Lumayan juga ya😊

 

 

 

Bir cevap yazın