Fenomena dedaunan dan bunga dari kuning hingga hijau dominan di musim semi

1.012 Views

Sungguh menyenangkan mengamati dan menikmati fenomena alam di musim semi ini. Membuat kita berpikir akan tanda-tanda kebesaran Allah dan makin menambah rasa syukur kita kepada Allah Sang Pencipta alam semesta, merupakan anugerah Allah yang tak terkira.

Di awal musim semi, bermacam ragam warna daun-daun yang bermunculan. Ada yang pertama kali berwarna kuning cerah mentereng, sungguh cantik dan menyilaukan mata. Tapi pelan tapi pasti seminggu kemudian berubah menjadi hijau dan akhirnya menjadi hijau sempurna sebulan kemudian 😊 Sungguh membuat ane kagum. Ane mengabadikan fenomena ini, biasalah cara amatir, dengan hp kesayangan ane. Sempat juga laporan ke suami mengenai fenomena alam ini😊 Ada juga daun-daun yang berwarna coklat kemerah-merahan dan berwarna merah darah cerah. Jika tanaman ini berkumpul jadi satu, aura cantiknya semakin kelihatan, berwana-warni bikin bening mata 😊

Ada pohon-pohon yang daun-daunnya muncul belakangan, awalnya berbunga lebat, seperti bunga sakura yang berwarna merah muda, hijau, kuning, serta putih, seminggu hingga 10 hari kemudian bunga-bunganya rontok satu persatu. Saat itulah digantikan dengan munculnya daun-daun hijaunya dan akhirnya menjadi pohon biasa. Ada juga yang berbarengan, daun-daun tumbuh bersama bunga-bunganya, yang dominan adalah berwarna putih, ungu muda sampai ungu tua. Lagi-lagi ane mengabadikan fenomena ini. Ada untungnya juga. Karena kalo ga sempat memfotonya, kita ga ada bukti kalo mereka pernah berbunga lebat sangat indah, karena beberapa minggu kemudian mereka rontok dan menyisakan hanya daun-daun. Alhamdulillah jadi tahu perubahan yang terjadi.

Fenomena perubahan ini terjadi selama awal musim semi sampai musim semi menjadi sempurna, di awal  bulan Mei. Di bulan ini hampir semuanya telah selesai, baik bunga-bunga yang bermekaran maupun daun-daun yang tumbuh, hingga yang bersisa akhirnya dominan warna hijau. Bumi semakin menghijau dan semakin cantik. Kenapa hal ini bisa terjadi ya? Kalo dirunut dari awal musim semi, kita pasti menyadari ada sesuatu yang menyebabkan ini terjadi. Ya, suhu yang menghangat dan matahari yang mulai betah berlama-lama di bumi merupakan antara lain faktor penyebab 😊

Seperti kita tahu, daun pepohonan dan tanaman-tanaman lain mengandung tiga pigmen utama yakni: karoten, antosianin, dan pigmen fotosintetik (klorofil), yang menangkap energi matahari untuk membuat makanan bagi tanaman, yang disebut proses fotosintesis. Karena proses fotosintesis ini membutuhkan cahaya matahari yang dominan pada musim semi apalagi musim panas, maka pigmen klorofil ini menjadi yang paling berlimpah. Klorofil merupakan zat yang memberikan warna hijau bagi daun di musim semi dan musim panas.

Pada musim semi sekarang ini, apalagi nanti setelah musim ini berlalu, yaitu musim panas, walaupun daun-daun memiliki berbagai macam warna pigmen, tapi karena kandungan klorofilnya sangat besar (dengan semakin betahnya matahari bersinar yang dibutuhkan untuk proses fotosintesis), warna lain ‘tertutupi‘ sehingga yang terlihat oleh mata kita adalah warna hijau.

Zat kimia lain pada daun, auksin, mengontrol sekelompok sel tertentu pada dasar masing-masing batang daun, yang disebut lapisan absisi. Selama musim pertumbuhan, auksin mencegah lapisan ini terbentuk sempurna dan memblokir tabung-tabung internal kecil yang menghubungkan masing-masing daun dengan bagian sistem sirkulasi lainnya pada pepohonan.

Nah, berbeda pada musim gugur, hari-hari yang lebih dingin dan lebih singkat memicu terhentinya produksi auksin, sehingga memungkinkan lapisan absisi tumbuh dan menghambat sirkulasi air, nutrisi dan gula ke daun. Ketika ini terjadi, klorofil mengalami disintegrasi dengan cepat, sehingga membiarkan karoten menampakkan warnanya seperti warna kuning pada daun maple, pohon yang berdaun ringan (aspen), dan daun pohon birch. Sementara itu, antosianin memberikan warna oranye dan merah bagi pohon maple, pohon sumacs dan pohon ek. Jika sinar matahari kurang, antosianin tidak begitu aktif secara kimiawi dan daun lebih berwarna oranye atau kuning dibanding berwarna merah. Kalo semua pigmen ini sudah terjadi, daun akan menjadi warna coklat disebabkan yang tersisa adalah pigmen tanin.

Dari sini kita jadi tahu, kalo saat awal musim semi yang mana matahari mulai belajar betah bersinar hingga betah bersinar di musim semi, daun-daun yang awalnya berwarna kuning berubah secara perlahan menjadi hijau dan akhirnya hijau sempurna, begitu juga dengan warna-wana lainnya, tetapi nanti saatnya tiba musim gugur, yang terjadi kebalikan, dari warna hijau perlahan tapi pasti berubah menjadi kuning, oranye dan merah hingga akhirnya coklat dan selanjutnya daun-daunnya berguguran.

MasyaAllah, alhamdulillah.

Bir cevap yazın