Lama perjalanan via mobil dari Turki menuju Austria melintasi negara-negara Eropa di wilayah Balkan

1.078 Views

Kira-kira berapa lama ya? Kita bermobil dengan kecepatan 100 km per jam lho untuk berkendara di jalanan yang luas ini, apalagi di jalan tolnya. Sakit pinggang ga duduk mulu seharian di mobil? Jelas.. capek ituu.. Tapi tenang pemirsa. Lama perjalanan akan terbayar lunas dengan sensasi keseruannya yang ga bisa dinikmati kalo kita langsung cus via udara. Pulang dari liburan di Turki kita memang ada rencana lewat jalur darat aja, sekalian menikmati pemandangan segenap jiwa raga menelusuri negara-negara Eropa di wilayah Balkan. Negara-negara ini ga semakmur negara tetangga sebelah sih, harap maklum semenjak ditinggal Kekaisaran Ottoman/Turki Utsmani mereka bagai anak kehilangan emaknya. Wilayah ini juga sering bergolak akibat perang antar suku, etnis, agama sampai rebutan kekuasaan. Ngomong-ngomong, wilayah Balkan itu apa ya.. Yuk kita cari tau 😊

Wilayah Balkan terletak di Eropa Tenggara dan meliputi luas sekitar 700.000 km². Negara-negara yang merupakan bagian wilayah Balkan meliputi Albania, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Montenegro,Yunani, Republik Makedonia. Serbia dan sebagian Turki (bagian Eropanya termasuk Istanbul, secara tradisional disebut Rumelia atau Thrace Timur).

Balkan, terkadang disebut juga semenanjung Balkan yang dikelilingi Laut Adriatik, Ionia, Aegea, Marmara dan Laut Hitam dari barat daya, selatan dan tenggara. Tetapi karena ga memiliki tanah genting untuk menghubungkannya ke daratan utama Eropa, definisi ini sering digunakan untuk menunjuk daerah yang lebih luas.

Balkan terkenal dengan geografis bergunung-gunungnya dan sejarahnya yang didominasi perang, pergolakan, serbuan dan agresi antar kekaisaran, semenjak Kekaisaran Romawi sampai perang Yugoslavia di hari terakhir ini. Karenanya tercipta istilah Balkanisasi yaitu membalkankan. Tetapi konotasi istilah Balkan ini membuat orang lebih memilih Eropa Tenggara. Uni Eropa pada tahun 1999 turut mengembangkannya dengan Pakta Stabilitas untuk Eropa Tenggara, koran online Balkan Times pun menamai dirinya Southeast European Times pada tahun 2003.

Secara teknis ini mengabaikan kehadiran geografis Rumania dan Ukraina bagian barat, yang juga terletak di bagian tenggara benua Eropa. Meski Rumania (kecuali Dobrudja) bukanlah bagian geografis Balkan, tetapi secara konvensional termasuk sebagai negara pengganti Khilafah Turki Utsmani kuno dimana budayanya memuat banyak unsur Balkan dan bahasanya juga termasuk persatuan linguistik Balkan.

Definisi umum terkini, Slovenia termasuk daerah Balkan karena diasosiasikan dengan mantan Yugoslavia dan budayanya yang memasukkan unsur budaya orang Balkan, meski menurut perbatasan Slovenia terbentang ke utara Balkan dan dianggap bagian Eropa Tengah.

Negara-negara terkait yang dekat dengan Balkan tapi tak termasuk daerah Balkan dan memainkan peranan penting dalam geopolitik daerah, budaya dan sejarahnya adalah :

Siprus (Eropa Selatan)
Hongaria (Eropa Tengah)
Austria (Eropa Tengah)
Italia (Eropa Selatan)
Rusia (Asia/Eropa Utara)

Karena kita berawal dari kota Manisa di propinsi Manisa, maka jalur tercepat adalah melalui wilayah Canakkale yang berada di propinsi Canakkale yang berbatasan dengan Eropa. Di Turki bagian Eropanya ada juga yaitu di wilayah Istanbul, kita bisa nyebrang ke Eropa melewati selat Bosporusnya yang terkenal itu, tetapi dari Manisa kejauhan kita ke sana dibanding Canakkale.

Dari Manisa dimulailah petualangan kita bermobil. Pernah ngerasain perjalanan segini jauhnya ga? tanya suami ke ane. Perasaan sih ga pernah. Mudah-mudahan badan ane sehat walafiat ga cerewet ya. Ga enak kalo sakit nyusahin orang 😊

Lumayan perjalanan dari Manisa ke Canakkale memakan waktu 8 jam 😉 Sayangnya saat kita memulai perjalanan, hari menjelang malam sehingga ga full mengabadikan setiap sesi pemandangan di perjalanan. Padahal tuh ya pemandangannya indah banget, apalagi saat di daerah pegunungan yang di sisi sebelah kirinya curam dan dalam sekaligus agak kejauhan terlihat rumah-rumah dan gedung-gedung menjulang tinggi dengan lampu-lampu yang terang benderang berwarna-warni 😊 Sengaja suami pilih malam karena lalu lintas ga begitu macet. Lagian ambil amannya karena kalo malam biasanya orang ga berani ngebut berkendaraan di jalur zig zag ini.

Sesampainya di wilayah Canakkale kita bermobil menyebrang ke Eropa melalui kapal feri Alin Teri 17. Cukup setengah jam menyebrang. Ternyata ga hanya kita aja yang bermobil menyebrang ke Eropa, ada beberapa mobil juga mempunyai tujuan yang sama. Nah, saat di kapal ini sambil menunggu sampai ke seberang ane ga sabar banget buat ngambil foto, liat anak ABG juga pada heboh berfoto ria, akhirnya hati ini luluh dan terpacu juga dan minta malu-malu ma suami boleh berfoto ga? 😊

Yuk, kita kenalan ma Canakkale dulu. Canakkale adalah sebuah bandar dan pelabuhan Turki, di wilayah Canakkale. Populasi bandarnya 106.116 jiwa. Wilayah Canakkale, seperti wilayah Istanbul memiliki kawasan di kedua-dua Eropa dan Asia. Feri melalui sini ke sebelah utara (Eropa) selat. Ibu kota wilayah ini adalah Canakkale. Kota Gelibolu, Kallipolis dalam bahasa Yunani yang berarti kota indah yang terletak di Turki sebelah Eropa ini berhamparan dengan Laut Aegean di barat dan Dardanelles di timur, merupakan kota di timur Chersonese Thracica (kini Semenanjung Gallipoli) di pintu masuk ke selat Dardanelles.

Dardanelles yang dalam bahasa Turkinya Canakkale Bogazi adalah sebuah selat sempit di barat laut Turki yang menghubungkan laut Aegean dengan laut Marmara. Selat ini merupakan salah satu selat di Turki selain selat Bosporus. Sebagaimana Bosporus, selat ini juga memisahkan Eropa (semenanjung Gallipoli) dengan sebagian besar Asia. Sebuah jembatan menghubungkan Saricay (sebuah daerah di Canakkale) di sebelah Asia dengan Kilitbahir di sebelah Eropa.

Saat tiba di darat lagi kita masih di wilayah Canakkale bagian Eropa dan langsung menuju ke transit pertama yaitu Yunani. Di wilayah Kapikule di propinsi Edirne inilah kita tiba di perbatasan antara Yunani dan Turki, yang hanya dibatasi pagar kayu/ besi yang dicat,  Turki berwarna merah dan Yunani berwarna biru. Saat di sini naluri fotografi ane 😊bangkit lagi, namun untuk menghindari hal-hal yang ga diingini niat ane berfoto ria  musti direm dulu.

Ngomong-ngomong tentang Yunani, negara ini  tempat lahirnya budaya Dunia Barat yang berada di Eropa bagian tenggara, terletak di ujung selatan Semenanjung Balkan, di bagian timur Laut Tengah (Mediterania). Negara dengan ibukotanya adalah Athena ini memiliki luas 131.957 km² dengan 0,87% wilayah perairan. Sebanyak 80% tanah Yunani terdiri dari Pegunungan dengan gunung tertinggi adalah Olympus 2.917 m. Yunani pernah berada di bawah Kekaisaran Ottoman Turki di akhir abad ke-14.

Serasa mimpi ane tiba di Yunani. Ga pernah kepikiran awalnya bisa mengunjungi Yunani, meski hanya dalam rangka perjalanan pulang ga bermaksud untuk liburan 😊Setelah kira-kira 2 jam sampailah kita di jalan tol yang benar-benar perbatasan untuk pemeriksaan kelengkapan kita, ga hanya jati diri kita tapi juga mobil dan segala isinya 😊 Lumayan ketat pemeriksaannya, sampai-sampai kedinginan kita nunggunya di tempat seperti terminal ini. Ga hanya kita, mobil-mobil pribadi lain pun dan bis-bis travel turut diperiksa menambah ramai suasana malam itu. Akhirnya setelah lebih kurang 1 jam pemeriksaan kita diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Hhhhh.. lega rasanya.

Dari Yunani kita lanjut ke Republik Makedonia (Mazedonien bahasa Jermannya) Lumayan perjalanan untuk ke sini mencapai waktu 4 jam. Sesaat sebelum tiba di negara ini ane liat waktu menunjukkan pukul 6 pagi tapi hari dah terang benderang. Azan subuh dari hp ane baru aja selesai berkumandang beberapa menit yang lalu. Apa ga salah nih? Soalnya sewaktu di Turki waktu azan subuh juga pukul 6. Tapi ane dah sholat dulu ga menunggu azan di hp, soalnya belum jam 6 dah keliatan mulai pagi, ada sedikit semburat merah terang cahaya di langit. Saat itu ane ga tau kalo kita telah berada di Daylight Saving Time memasuki musim dingin yang mana waktu di Eropa dikurangi 1 jam 😊

Wow.. ternyata negara Republik Makedonia begitu memukau. Sama seperti Yunani pemandangannya begitu menakjubkan. Kiri kanan deretan pegunungan tinggi dan rendah diselingi sungai dan kadang-kadang hamparan padang rumput luas hijau sedikit kuning kemerahan karena masih suasana musim gugur 😊 Sabar.. sabar.. tahan berfoto rianya. Kalo belum nyebrang perbatasan rasanya ga plong buat foto-fotoan. Maklum di negeri orang ya musti hati-hati.

Republik Makedonia berbatasan dengan Serbia (dan Kosovo) di utara, Albania di barat, Yunani di selatan dan Bulgaria di timur. Negara dengan ibukota Skopje ini memperoleh kemerdekaan dari Yugoslavia pada 8 September 1991, memiliki luas 25.713 km² dengan luas perairan 1,9%. Negara berpenduduk lebih kurang 2 juta jiwa ini memiliki mata uang Denar Makedonia dan pernah dibawah kekuasan Kekaisaran Ottoman Turki juga. Ga heran kalo agama Islam merupakan agama terbesar kedua di negara ini dan memiliki 400 masjid. MasyaAllah. Presentase Islam di Makedonia termasuk yang terbesar di Eropa, setelah negara Turki, Albania dan Bosnia dan Herzegovina. Pada tahun 2005, Republik Makedonia dipertimbangkan sebagai negara kandidat yang akan masuk Uni Eropa.

Negara ini terletak di daerah yang bergunung-gunung dan tertutupi oleh lembah dan basin/cekungan yang dalam. Pegunungannya indah, dibagi dalam 2 rangkaian yaitu Dinarska, daerah yang rawan erosi dan Ropodska cenderung mirip dengan pegunungan Alpen.

Negara Makedonia bersama Montenegro, Bosnia dan Herzegovina dan Kosovo termasuk negara yang ekonominya berkembang dengan lambat di daerah Yugoslavia. Negara-negara ini mengalami kesusahan ekonomi setelah kemerdekaannya, ketika pasar internal Yugoslav hancur disertai dengan berakhirnya subsidi dari Belgrade. Masalah ini juga dialami kebanyakan negara-negara sosialis di Eropa Timur setelah perubahan sistem ekonominya menjadi sistem ekonomi pasar. Jalanan dan rel kereta api di Makedonia yang tidak dapat dipercaya sebagai lintasan untuk mengekspor komoditas dari Makedonia berakibat mahalnya ongkos transportasi. Tetapi, ekspor ini juga meraup untung yang ga main-main setelah sejumlah sayuran asal Makedonia diekspor ke Jerman.

Bahasa Makedonia adalah bahasa Slavik selatan yang ditulis dengan abjad Kiril Makedonia, merupakan cabang rumpun bahasa dari bahasa-bahasa Indo Eropa

Akhirnya tiba juga di perbatasan jalan tolnya. Cek paspor suami, aman.. karena beliau paspor Eropa, ke negara Eropa mana aja monggo silakan. Saat liat paspor ane.. nah, ini dia paspor hijau.. Ada apa dengan paspor ane? Saat mereka memanggil nama ane dan ane mengacungkan tangan, mereka menyatakan ane ga bisa masuk ke negara ini. Kenapa? Ane kuatir jangan-jangan karena kerudung ane nih 😉 Eh, ternyata ane harus memiliki visa tersendiri untuk masuk ke wilayah mereka, meski ada kartu ijin tinggal di Eropa. Lho emangnya ga cukup?

Ya ampun.. ternyata Republik Makedonia belum masuk menjadi negara Uni Eropa, jadi ga support visa dan kartu ijin tinggal ane. Hhhh.. kok sampai ga kepikiran ya. Hal sepele begini ga nyangka bisa bikin masalah. Akhirnya petugas bilang alternatifnya ane bisa beli tiket pesawat untuk pulang ke Austria dengan terlebih dahulu beli visa di kedutaan. Dua kali gawe kata wong Palembang 😉Ga bisa lewat online? tanya suami yang sayangnya dijawab petugas kalo negara ini belum mensupport internet. Yaaa.. gaptek dong.. Heran jaman teknologi canggih begini masih ada negara Eropa yang ‘ketinggalan kereta‘, ga ada layanan internet 😊

Lha kalo pulang ke Austria naik pesawat.. suami ane gimana dong, trus mobil mau ditarok dimana? Ga mungkin dong suami bermobil sendirian melanjutkan perjalanan sedangkan ane adem ayem naik pesawat.. Lagian untuk ke kedutaan kemudian ke bandara makan waktu berapa jam.. dan eaalah.. ternyata ini hari Minggu toh dan semua kantor pada tutup. Tunggu Senin, kata petugas. Hmm.. itu artinya kita musti tertahan di perbatasan ini selama 2 hari. Mana tahaan.. 😉Untungnya mas-mas petugas baik hati dan lumayan juga bahasa Inggrisnya mendukung komunikasi ma suami. Petugas bilang kalo kita masih tetap mau melanjutkan perjalanan bermobil silakan, tapi tidak bisa melalui negaranya. Mereka memberi jalur lain yang memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan, yaitu negara Bulgaria. Liat ke peta, kita kembali ke awal lagi ke Yunani untuk melanjutkan perjalanan mengambil jalur lain yang ternyata lebih jauh. Ok, deh ga apa-apa, yang penting selalu berdua dan sampai di tujuan. Syukur-syukur masih ada jalan untuk menuju Austria, kalo ga kan bisa balik lagi ke Turki, perjalanan yang dah setengah hari akan sia-sia.. Capek deh..

Jadi kita putar haluan mengitari Yunani lagi dari Republik Makedonia untuk mencapai Bulgaria, lumayan 4 jam perjalanan 😊Untungnya ya (orang Melayu selalu untung 😊) hari masih pagi jadi kita bisa menikmati indahnya pemandangan alam. Nah, akhirnya ane bisa berfoto ria, bebas berekspresi setelah tertunda beberapa jam. Jepret sana sini lumayan nyenangin hati 😊

Akhirnya kita sampai di perbatasan jalan tol. Kita mulai ketar ketir juga sih jangan-jangan ane ditolak masuk lagi, dah capek-capek perjalanan bermobil 😊 Apesnya kita ga hafal lagi mana negara yang tergabung ma Uni Eropa mana yang ga. Internet mengap-mengap pula karena jauh dari kota 😉 Kalo internet lancar kan bisa tanya mbah google negara Bulgaria adalah anggota Uni Eropa apa ga. Tapi kata petugas di Yunani sih dah masuk jadi anggota, tapi apa pun bisa terjadi ya kalo ternyata Bulgaria ga nerima ane, kacau deh 😉

Bulgaria adalah sebuah negara di Eropa Tenggara, berbatasan dengan 5 negara, Rumania di utara (sebagian besarnya di sepanjang sungai Donau), Serbia dan Republik Makedonia di barat, dan Yunani dan Turki di selatan. Laut Hitam membatasi negara ini di sebelah timur. Negara dengan ibukota Sofia ini berbahasa resmi Bulgaria, yaitu bahasa Slavik selatan yang erat hubungannya dengan bahasa Makedonia, Serbia, Kroasia dan Slovenia. Banyak kata dari bahasa Yunani dan Turki diadopsi ke dalam bahasa Bulgaria selama masa Kekaisaran Ottoman Turki (1396-1878). Alfabet Sirilik digunakan sebagai sistem penulisan pada berbagai bahasa di Eropa Timur dan Asia, dirintis di wilayah ini kira-kira pada abad ke-9 M

Negara yang memiliki luas total 110.994 km² dengan luas perairan 0,3% ini bergabung dengan Uni Eropa pada 1 Januari 2007. Negara menjamin kebebasan menjalankan agama, tetapi menunjuk Kristen Ortodoks sebagai agama ‘tradisional‘. Agama Islam memiliki peringkat kedua terbanyak dengan 12,2% di negara ini.

Kebudayaan Bulgaria tradisional terutama warisan Trakia, Slavia dan Bulgar, bersama-sama dengan Yunani Kuno, Romawi Kuno, Kekaisaran Ottoman Turki dan pengaruh Keltik.

Lev Bulgaria adalah satuan mata uang nasional Bulgaria saat ini, dipatok pada kisaran 1,955 lev untuk 1 Euro.

Bulgaria memiliki kira-kira 30% tanahnya berupa dataran sedang, sementara dataran tinggi dan perbukitannya sebanyak 41%. Bagian barat yang bergunung-gunung di negara ini memiliki dua rangkaian Alpen yaitu Rilla dan Pirin dan di timur jauhnya  berdiri gunung-gunung yang lebih rendah tapi jumlahnya lebih banyak, yaitu pegunungan Rodopi. Barisan Rilla terdiri dari puncak tertinggi Semenanjung Balkan, Musala setinggi 2.925 m, barisan pegunungan Balkan dari barat ke timur melalui bagian tengah negara ini, di utara Lembah Mawar. Perkampungan yang berbukit-bukit atau berupa daratan terletak di bagian tenggara, di sepanjang Pantai Laut Hitam Bulgaria dan di sepanjang sungai utama Bulgaria, Donau, di utara. Strandzha membentuk gunung tertinggi di bagian tenggara. Sebagian kecil pegunungan dan perbukitan  berada di wilayah timur laut Dobrogea. Hampir 35% daratannya berupa hutan.

Saat pemeriksaan paspor dan cek di layar monitor kemudian melihat sekilas wajah ane, petugas pun tok tok ngetuk palu di paspor ane, yang artinya ane sah masuk ke negara Bulgaria 😊 Aaiihh senangnya.. Dengan semangat suami tanya kalo kita bisa masuk ke negara Serbia dan Kroasia juga ga? Petugas ga yakin karena Serbia dan Kroasia belum menjadi negara anggota Uni Eropa.. Kita sempat nelangsa, tapi petugas bilang coba aja masuk ke negara tersebut, karena biasanya kalo Bulgaria support kita maka Serbia dan Kroasia pun support juga.. Hhhh.. ikut-ikutan 😊

Ga ada cara lain suami mengendarai mobil lanjut ke Serbia. Kalopun hal yang paling buruk terjadi kita ditolak, kita akan lewat jalur negara lain ga tau negara mana lagi. Untungnya lagi mobil kita pake GPS, ini  berjasa banget buat kita selama perjalanan. Sepanjang perjalanan sambil berdoa kita berfoto ria, ngilangin kantuk juga.

Asli kantuk ane mendadak hilang liat pemandangan seperti di negeri dongeng, seperti film kartun anak-anak HC Andersen. Ada barisan pegunungan dan lapisan bebatuannya yang cantik banget, surganya geologist nih 😊 Atau kalo masih ada penggemar batu akik boleh dolan-dolan ke sini survey, kali aja ada batu akik yang cocok. Lumayan kan.. Recommanded banget deh pokoknya.

Saat melintasi jalur yang sempit dengan pegunungannya yang tinggi tepat di sisi kita serasa merapat menatap tembok dan terserempet aja kita. Mata ane juga serasa juling saking dekatnya karena berusaha mengabadikan momen ini dengan hp setia ane. Hhhh..berhasil juga. Keluar dari jalur ini lapang sedikit eh disambut lagi dengan jalur yang sama. Lumayan melalui jalur ini, ada sekitar beberapa menit. Bener-bener seperti coboi kita 😊 Kita melalui kota Sofia, ibukota negara Bulgaria juga. Mendingan dikit melihat peradaban setelah beberapa jam serasa di hutan belantara 😊

Akhirnya sampai juga kita di perbatasan menuju Serbia. Agak ketar ketir sih ma petugasnya, bukan apa-apa, lumayan juga ngukur jalan kalo ternyata kita ga keterima masuk ke negara ini. Di pos pemeriksaan seperti biasa yang pertama dicek adalah paspor kita. Ternyata ga butuh waktu lama. Sama seperti di Bulgaria, petugas memanggil nama ane dan tok tok, palu diketok di paspor ane yang artinya ane sah masuk ke negara Serbia. Ahaay.. senengnya.. Lolos lagi kita. Ternyata meski Serbia belum resmi masuk menjadi anggota Uni Eropa, tapi negara ini merupakan kandidat untuk menjadi anggota Uni Eropa dan dengan senang hati menerima ane yang pemegang paspor hijau ini 😊Bener kata mas petugas, kalo Bulgaria support maka Serbia pun ikut support.

Jadi penasaran nih. Yuk kita cari tau tentang negara ini. Serbia adalah sebuah negara Republik di tenggara dan pusat Eropa. Serbia berbatasan dengan Hungaria di utara, Rumania dan Bulgaria di timur, Republik Makedonia dan Albania di selatan dan Montenegro, Kroasia dan Bosnia Herzegovina di sebelah barat. Negara beribukota Beograd ini memiliki luas 77.474 km² dengan luas perairan 0,13% dengan penduduk lebih kurang 7 juta jiwa. Negara dengan mata uang Dinar Serbia ini memiliki bahasa Serbia yang merupakan bahasa dari rumpun bahasa Slavik, jadi banyak kemiripin dengan bahasa Rusia.

Hari masih siang saat kita tiba di Serbia. Lumayan masih ada waktu untuk foto-foto. Di sepanjang jalan juga kita bisa liat rambu-rambu jalan sebagai petunjuk tempat seperti restoran. Ternyata di negara-negara Balkan ini selalu ada perkampungan Turki lho. Ga heran karena dulunya Kekaisaran Ottoman Turki pernah ada negara-negara Balkan. Sama seperti Bulgaria, pemandangan alam di Serbia juga luar biasa. Malah lebih ekstrim karena kita ga hanya melalui jalur sempit juga diapit kiri kanan pegunungan yang menjulang tinggi dengan juram yang dalam siap menerkam kita 😊Sampai-sampai ada rambu-rambu jalan hati-hati dengan 3 bahasa, apalagi saat kita memasuki gua alami di jalan yang panjangnya beberapa ratus meter.

Selanjutnya tujuan kita adalah Kroasia. Sesampai pos perbatasan ane ga henti-hentinya berdoa semoga lancar-lancar aja pemeriksaan kali ini. Lumayan dah separuh nafas nih perjalanan 😊Ternyata aman juga. Sama seperti Serbia, Kroasiapun belum merupakan anggota Uni Eropa tetapi ikut mensupport ane welcome ke negara ini. Senengnyaa…

Kroasia adalah negara berbentuk bulan sabit di Eropa berbatasan dengan Balkan di tenggara. Ibukotanya adalah Zagreb dan merupakan kandidat dari anggota Uni Eropa. Bahasa resmi negara ini adalah bahasa Krosia yang merupakan sebuah bahasa Slavik Selatan yang digunakan pada umumnya oleh orang-orang Kroasia dan orang Kroasia di Bosnia dan Herzegovina. Luas negara Kroasia 56.594 km² dengan luas perairan 1,09% dan penduduk lebih dari 4 juta jiwa ini menggunakan mata uang Kuna. Agama Islam 1,3% di negara ini.

Nah, karena masuk negara Kroasia ga ada kendala berarti, maka kita bisa bernafas lega. Selanjutnya adalah negara Slovenia yang memang adalah negara anggota Uni Eropa dan welcome ma paspor hijau. Tapi bukan berarti yang paspor hijau bakal welcome di negara-negara Eropa lainnya juga ya. Kalo pemirsa ada visa Schengen maka bisa memasuki negara-negara Schengen sekitar 19 negara saat ini. Nah negara-negara Schengen ini adalah negara yang tergabung dalam anggota Uni Eropa. Tapi kalo suatu negara Eropa belum atau bukan anggota Uni Eropa, maka pemirsa tetap bikin visa tersendiri untuk memasuki negara ini.

Saat perjalanan di Kroasia menuju Slovenia sayangnya hari telah beranjak gelap, padahal baru pukul 4 lho. Apa ane yang salah ya.. Kita mampir sesaat di pom bensin sekalian merangkap restoran untuk isi bahan bakar, untuk perut juga 😊 dan keperluan lainnya seperti pipis dan bersih-bersih wajah. Gerah juga sepanjang perjalanan ya 😊 Kita juga ambil wudhu. Karena ga ada tempat sholat, kita sholatnya di mobil aja. Karena penasaran ma waktu, kita tanya jam sama mbak kasir, kali aja hp ane error. Tapi ternyata jam di hp ane akur tuh dan emang hari telah menjelang maghrib meski belum pukul 6 😊

Cari tau tentang Slovenia yuk. Negara ini adalah negara pesisir sub-Alpin di selatan Eropa Tengah berbatasan dengan Italia di sebelah barat, Laut Adriatik di barat daya, Kroasia di selatan dan timur, Hungaria di timur laut dan Austria di utara. Negara ini menjadi negara anggota Uni Eropa pada 1 Mei 2004. Negara dengan ibukota Ljubljana ini memiliki bahasa resmi Slovenia yaitu bahasa Indo Eropa yang merupakan bagian dari keluarga bahasa Slavik Selatan. Negara yang merdeka dari Yugoslavia pada 25 Juni 1991 ini memiliki luas 20.273 km² dengan perairan sebesar 0,7%. Populasi negara Slovenia lebih dari 2 juta jiwa

Suasana ini sama seperti di Turki kita ga bisa leluasa ambil foto karena hari gelap dah menjelang malam. Padahal lagi-lagi pemandangannya indah banget, sayang untuk dilewatkan. Tapi apa boleh buatlah 😊

Sesampai di Slovenia pemeriksaan kita ga ada hambatan berarti. Seperti jalan tol, lancar 😊 Oya, kita beli stiker untuk ditempelkan di mobil kita di negara ini karena diperlukan untuk melalui jalan tolnya begitu juga untuk Austria. Negara-negara yang telah kita lewati sebelumnya yaitu Bulgaria, Serbia dan Kroasia ga memerlukan stiker ini.

Akhirnya sampai juga kita di Austria. Beberapa kali melalui jalan tol, ada yang ga dijaga, mungkin kekurangan petugas 😉 kita bayar cukup masukin kartu seperti kartu ATM. Lega rasanya dah memasuki area kita, tapi sayangnya lagi-lagi kita ga bisa ambil foto karena hari dah malam. Padahal wilayah yang kita lalui lumayan keren lho, yaitu Graz dan Salzburg. Lain kali ada waktu InsyaAllah amin kita eksplore lebih dalam lagi area yang kita lalui ini 😊Total lama perjalanan menelusuri wilayah Balkan ini lebih kurang satu sepertiga hari. Lumayan juga ya 😊

 

Bir cevap yazın