Wiener Schitzel dan sambel kecap, cinta ane tertambat di dua benua, Barat dan Timur

673 Views

Dimana aja kita berada, kita pasti berusaha menyesuaikan diri ya kalo ga mo celaka. Tapi jangan pula ikut arus, kebablasan. Ibarat kata pepatah, lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Begitulah kira-kira yang berlaku buat ane. Termasuk urusan perut. Contoh kecil aja kebayang kan ane yang biasanya doyan nasi harus nerima asupan roti dan kentang juga? Atau keju ya masih mendingan, apalagi yogurt, ini aja ane ga tahan, mengkonsumsinya ane tambah sedikit gula dan setengah gelas air biar berasa nikmat😊Udik bin norak ga juga. Karena kita emang orang Indonesia bukan bule. Kulit aja yang lumayan rada putih jarang terpapar sinar matahari, jangan sampai mata ikutan jadi biru. Banyak kan yang bule jadi-jadian, baru sekali dua kali ke Eropa mudik ke kampuang nan jauh di mato jadi berambut pirang dan bermata biru 😊 Bule bilang mah Culture Shock ini 😊

Untuk urusan makanan untungnya ga terlalu aneh-aneh di Austria. Suami bebaskan ane untuk berkreasi. Beliau juga ga bule banget. Dalam artian ga terlalu fanatik harus masakan Barat, terutama Austria.

Masakan Austria (Österreichische Küche) adalah jenis kuliner khas Austria dan banyak dipengaruhi oleh kuliner Kekaisaran Austro-Hongaria pada masa lalu. Selain itu banyak dipengaruhi oleh kuliner dari negara-negara lain seperti Italia, Hongaria, Jerman dan negara-negara Balkan yang membuat masakan Austria menjadi unik dan berpengaruh di Eropa.

Ga banyak yang beliau tau masakan asli sini. Tapi satu yang beliau doyan banget dan ga pernah bosan yaitu Weiner Schnitzel yang paling terkenal dibandingkan Tafelspitz yang sering dianggap makanan nasional Austria. Tafelspitz adalah daging sapi yang direbus dalam kaldu dan disajikan dengan saus apel dan lobak.

Wiener Schnitzel adalah makanan yang aslinya berupa potongan/irisan daging sapi muda/lembu, tapi bisa juga diganti dengan ayam atau kalkun kalo kita, yang digoreng garing dengan dimemarkan tipis terlebih dahulu, kemudian dibalurkan tepung, setelah itu telor yang telah dikocok dan terakhir dibalur dengan tepung roti/ semmel brösel.

(Wiener=orang Wina; Schnitzel=irisan sapi muda/lembu, Wiener Schnitzel= irisan sapi muda/lembu ala orang Wina). Di Austria, Wiener Schitzel dimakan dengan ditetesi jeruk lemon/nipis terlebih dahulu. Schnitzel masuk ke Austria dari Milan, Italia, pada abad ke-16, yang di Italia disebut dengan Milanese.

Kalo ane masaknya sama juga, hanya pada bagian telurnya dibumbui dengan garam dan lada hitam begitu juga di tepung rotinya/semmel brösel

Masakan yang konon katanya jadi trade marknya Austria ini ternyata terkenal juga dikebanyakan negara. Ia serupa dengan hidangan Prancis Escalope. Kalo istilah Inggris, Schnitzel merujuk pada semua jenis irisan daging yang dibalur tepung roti dan digoreng.

Afrika Selatan
Schnitzel juga terkenal di Afrika Selatan karena warisan Eropa yang ada di negara tersebut

Argentina dan Uruguay
Makanan ini disebut Milanesa

Australia
Yang populer adalah menggunakan daging lembu atau ayam. Schnitzel sering dihidangkan dalam bentuk Schnitzel Parmigiana, yaitu yang diletakkan di atasnya saos tomat Italia, kalo ga ada saos tomat bisa diganti ma irisan tomat, dan keju. Bisa juga dengan kentang goreng dan salad. Schnitzel biasa dan Parmigiana kadang disebut sebagai Schnitty dan Parma. Kalo Schnitzel ayam dihidangkan sebagai bagian inti dari sandwich dan roti gulung, yang disaji bersama mayones dan daun selada

Bosnia dan Herzegovina
Makanan ini dikenal sebagai Becka Snicla atau Becki Odrezak (Becki= dari Wina atau Austria; Snicla terjemahan dari bahasa Jerman Schnitzel),menggunakan daging lembu muda, dihidangkan bersama saos kentang, yaitu tepung kentang yang dimasak dengan susu dan mentega, dan daun selada juga irisan lemon.

Brazil
Biasa menggunakan daging lembu dan ayam. Makanan gaya Milan ä milanesa mudah ditemui di sini, terutama yang dipengaruhi dari selatan Eropa.

Bulgaria
Biasanya menggunakan irisan daging lembu yang dimemarkan dan dibumbui dengan garam dan lada hitam. Dihidangkan dengan saos kentang atau kentang bakar atau hanya salad tomat.

Kolombia
Di Kolombia biasa disebut Apanados, menggunakan daging ayam atau ikan yang dihidangkan dengan kue tradisional Arepa.

Kroasia
Nama hidangan ini sama dengan nama yang digunakan di Bosnia dan Herzegovina, mungkin karena masih negara tetangga ya. Makanan yang mirip dengan ini disebut Zagrebacki Odrezak.

Ceko
Di sini dinamai Smazeny Rizek yang menggunakan daging ayam atau lembu. Sering dihidangkan dengan kentang rebus, saos kentang atau salad kentang. Atau dengan saos tartar, sepotong lemon dan kentang rebus dengan mentega cair dan parsley. Bisa juga dimakan sebagai sandwich.

Denmark
Menggunakan daging lembu dan biasanya disajikan dengan kentang goreng, kuah, kacang pea hijau dan ‘boy‘ (dreng dalam bahasa Denmark), yang terdiri dari irisan lemon, sayur kaper, lobak kuda dan ikan bilis.

Turki
Di Turki namanya sama yaitu Schitzel. Biasanya menggunakan daging ayam dan dihidangkan dengan nasi, kentang goreng atau pasta. Bisa juga dengan keju yang dipanggang.

Ini baru sebagian negara lho, masih banyak lagi negara yang memiliki hidangan yang mirip dengan Wiener Schnitzel ini seperti Jerman, Jepang, Ukraina, Swiss dan Swedia 😉

Teman makan Wiener Schnitzel secara tradisional awalnya dihidangkan di Austria bersama koftsalat, salad kentang, salad timun atau kentang dengan parsley dan mentega. Tapi kini bisa juga bersama kentang goreng atau kentang rebus atau kentang panggang, nasi atau hanya sendiri aja. Kalo ane dimakan ma nasi, kalo suami doyan juga nasi tapi kadang diganti-ganti juga ma kentang goreng dan kentang rebus.

Di tangan ane lebih bervariasi lagi. Ane gabungkan ma kuliner kampung halaman tapi tetap ga keluar dari jalur resmi peresepan. Lidah ane yang dah biasa ma yang sedikit pedas dan menggigit melengkapi hidangan ini dengan sambel kecap. Tentu pemirsa tau kan ya.. Sambel ini dibuat dari irisan tomat bentuk dadu, irisan bawang merah dan cabe. Nah khusus bawang merah kalo emak ane ngajarinnya cari yang bentuknya rada kurus ramping hingga hasilnya cantik kalo diiris melintang ga searah ma tubuh bawang merah. Begitu juga sama untuk cabe yang diiris ga serong, kalo bisa cabe kecil ya bukan cabe keriting biar aroma dan rasanya lebih nendang. Irisan ini kemudian dicampur jadi satu, tambahkan beberapa tetes lemon dan air juga garam, aduk sebentar biar homogen. Berhubung ane ga punya kecap, sebagai gantinya ane pake sari anggur, yaitu sirup yang dibuat dari anggur segar yang diambil sarinya, bentuknya jadi kayak kecap, manis, kental dan hitam 😊

Selain sambel kecap ane biasanya pake sambel biasa aja, tomat dihancurin ma cabe dan dikasih garam sedikit. Jangan tanya terasi ya.. ga ada di sini. Makanya sambelnya ane bikin yang minus terasi.

Pas banget makannya ma Wiener Schnitzel ini. Suami ane pengen banget tapi beliau ga suka yang pedas 😊 Kalo kita sayurnya juga ga nurut aturan, kadang salad segar aja dengan irisan tomat dan parsley, kadang daun bawang, kadang rebusan brokoli, kacang buncis ma wortel. Bahkan capcay.

Perpaduan menu masakan ini kayak cinta ane yang tertambat di dua benua, Barat dan Timur, Wiener Schnitzel dari Eropa dan sambel kecap dari kampung halaman ane 😊

Ok pemirsa, mau ikut menikmati hidangan ini juga kah.. Aaaa.. yang emak-emak pasti lihai lah ya bikin yang gampang model begini. Selamat memasak dan menikmatinya aja.

Bir cevap yazın