Mengapa musim dingin menambah berat badan? Benarkah, bagaimana solusinya?

1.091 Views

Teman ane yang baru tinggal di Jerman bilang pada ane, musim dingin begini saatnya badan kita melar. Oh ya.. benarkah? Emang ada hubungannya antara kenaikan berat badan dengan musim dingin ya?

Kalo musim dingin begini, cuacanya itu lho yang ga nahan banget, dingin, apalagi bagi yang biasa hidup di daerah tropis ya. Cuaca yang dingin bikin kita lebih suka di rumah, keluar rumah aja kalo saat ada keperluan penting banget, seperti shopping kebutuhan dapur. Boro-boro mau olahraga pagi, seperti jalan kaki mengitari halaman rumah, baru keluar rumah aja berat banget, rasanya seperti masuk freezer kulkas😊 Serasa diisap cairan tubuh kita, udarapun keluar dari lubang idung dan mulut kita kayak berasap hingga mendadak haus banget 😊Nah, kalo mo tetap sehat dan bugar paling ga banyak gerakin badan, jangan malas beraktivitas, jangan dibawa tidur mulu 😊Suhu dingin memungkinkan berat badan kita meningkat, meningkatnya jumlah reseptor glukosa pada sel-sel lemak menyebabkan kita tumbuh lebih besar bahkan hingga beberapa kilo!

Musim dingin membuat malam lebih panjang. Maghrib bisa dimulai pukul 16.00 atau jam 4 sore, bisa dibayangin kalo subuhnya pukul 6 pagi dan terbit matahari pukul 08.00 pagi, berapa lama jadi malamnya? Akhirnya kita juga lebih lama tidur. Bangun tidur bangun masih gelap aja😊Nah, kalo kebanyakan tidur ini yang bahaya, karena berdampak pada siklus tubuh, bisa bikin badan lesu hingga berdampak pula pada kerjanya.

Apa yang kita rasakan kalo dingin mendera, apalagi dengan suhu yang rendah di bawah nol derajat Celsius? Kepanasan? Pastinya ga ya, yang ada dingin dan kita sebisa mungkin mencari sesuatu yang bikin tubuh kita tetap hangat ga kedinginan. Pake jaket atau baju tebal berlapis-lapis, pake kaos kaki, sarung tangan, syal, masih kurang hangat, tambah lagi dengan menghidupkan penghangat ruangan. Dengan memakai segala yang tertutup juga bisa membuat kita hangat. Nah, kalo dah merasa hangat begini biasanya kantuk menjadi hilang dan mengurangi tubuh untuk tidak menjadi malas beraktivitas. Tapi jangan terlalu hangat ya, karena bisa menyebabkan kita sulit tidur. Tidur yang kurang dari 5 jam , 50% cenderung menjadi gemuk dibandingkan yang tidur 7 hingga 9 jam.

Mau hangat lagi, coba makan yang hangat-hangat seperti sop atau bubur atau kalo yang hobi ngeteh bisa ngeteh atau yang suka coklat susu juga bisa membantu. Ini karena teh dan coklat susu adalah minuman yang nikmat, membuat pikiran tenang dan bahagia hingga mengurangi segala hal yang bikin resah 😊 Beberapa dari kita malah minum jahe untuk menghindari kembung yang sering datang di musim dingin apalagi kita yang biasa hidup di daerah tropis mendadak hidup di daerah dingin. Jahe juga bisa dibikin menjadi sesuatu yang spesial banget seperti wedang jahe atau sekoteng, membuat tubuh hangat berkeringat. Pokoknya yang ada di pikiran makan minum aja biar tubuh tetap hangat. Tapi tergantung kitanya yang bijak memilih makanan ya.. Alih-alih mo tetap adem tentram hangat selama musim dingin, yang ada malah berat badan naik karena apa aja dimakan tanpa disensor dulu 😊 Tapi sebenarnya tubuh bisa mempertahankankan suhu inti untuk menjaga kehangatan selama musim dingin kok.

Kalo musim dingin begini, aktivitas jarang tapi bawaannya pengen makan, kenapa ya? Apa karena supaya tubuh kita menjadi hangat atau sebab lain? Rasa lapar yang muncul tak hanya dipengaruhi oleh pikiran tapi juga akibat hormon melatonin. Hormon melatonin adalah hormon yang bisa membuat orang mengantuk dan juga berperan dalam selera makan. Pada musim gugur, semi dan panas, tingkat melatonin menurun. Tapi di musim dingin kadarnya mengalami kenaikan sehingga berdampak pada nafsu makan.

Pada musim dingin seseorang cenderung memiliki kebahagiaan yang rendah dan mengalami bosan, sehingga memicu orang untuk mencari kenyamanan termasuk melalui makanan, karenanya orang lebih banyak mengkonsumsi makanan padat energi, berkalori, cenderung manis atau berlemak saat dingin. Nah, cemilan tinggi gula ini mengakibatkan penurunan mendadak kadar gula darah yang memicu keinginan untuk konsumsi lebih banyak energi. Kondisi ini menyebabkan penyimpanan kalori berlebih sebagai lemak.
Musim dingin ini juga memicu meningkatnya metabolisme. Peningkatan metabolisme mendadak menghasilkan kenaikan berat badan daripada mengurangi lemak. Saat metabolisme meningkat, kita mencoba untuk membakar lebih banyak energi untuk membantu tubuh tetap hangat. Hal ini bisa meningkatkan rasa lapar, yang akhirnya membuat kita lebih banyak makan.

Kurangnya paparan vitamin D dari sinar matahari ketika musim dingin juga mempengaruhi berat badan. Saat musim dingin orang akan keluar rumah dengan menggunakan pakaian tertutup sehingga kulitnya hanya sedikit terkena cahaya matahari yang dibutuhkan untuk sintesis vitamin D. Vitamin D yang sedikit akan mengurangi kerusakan lemak dan memicu penyimpanan lemak, sehingga kalori yang dikonsumsi akan disimpan dalam jaringan lemak.

Kayak flu yang menular, terkena obesitas di musim dingin bisa dirasakan semua orang. Kalo memiliki teman-teman yang cenderung gemuk dan berada di lingkungan mereka, kita merasa senasib sepenanggungan. Sifat ini menular yang bikin kita malas bergerak dan ga punya motivasi untuk tetap bugar.

Di musim dingin ini, mungkin banyak sayuran dan buah-buahan segar favorit kita yang ga kita dapatkan selama beberapa waktu. Akibatnya kita menjadi suka makan yang mengandung karbohidrat seperti kentang, pasta, cemilan yang asin atau manis dan juga daging-dagingan. Tapi percayalah,orang yang cenderung suka makan sayur dan buah-buahan lebih sehat dan jauh dari penyakit. Jadi penting untuk makan sayur dan buah-buahan untuk mengerem kecenderungan untuk makan yang bikin metabolisme cepat meningkat dan mengakibatkan kelebihan berat badan 😊

Nah, sekarang nikmati aja musim dingin ini sebagai berkah dari Allah yang Maha Kuasa. Pengen berat badan naik atau mempertahankan berat badan, ada solusinya semua, tergantung dari yang menjalani, tapi yang pasti tetap bahagia, sehat, segar dan bugar ya dengan bijak menjalani hidup selama musim dingin ini.

Bir cevap yazın