Jembatan Nibelungen di Linz, Austria, satu-satunya janji yang terealisir Hitler

395 Views

Tiba saatnya emak-emak mau jalan-jalan dulu liat dunia luar. Emak-emak perlu refreshing juga ya. Selalu tentunya ma ‘pengawal pribadi‘ ane, suami 😊Beliau ga akan ngijinin ane pergi sendirian. Bukan karena lemah, tapi namanya di negeri orang ya apalagi seperti ane yang warga asing, berjilbab, mata sipit, cewek lagi, waspada itu perlu untuk meminimalisir resiko, meskipun katanya Austria adalah salah satu negara teraman di dunia 😊

Jangan salah ya. Meski di Eropa, ada juga yang masih menunjung adat leluhur. Seperti warga Turki di Jerman kenalannya suami, istri-istri bahkan emak-emaknya dilarang keras keluar rumah, kalo ketauan bisa kena pasal pelanggaran berat rumah tangga tuh. Ga semua sih. Malah ada yang kebarat-baratan saking pengen dianggap Barat dan modern. Nah kalo yang ini lebih parah lagi, kebablasan kata orang 😊

Ok, kali ini kita ke kota Linz. Linz adalah kota terbesar ketiga di Austria dan merupakan ibukota negara bagian Austria, Upper Austria atau Austria Hulu atau Oberösterreich. Penduduknya sekitar 200 ribu lebih jiwa. Bahasa resmi di sini adalah bahasa Jerman. Kalo golongan tua ga terlalu paham bahasa Inggris tapi anak mudanya dah gaul dikit, paham bahasa Inggris. Yang kita tuju adalah alun-alun kotanya sampai ke jembatan Nibelungen yang bersejarah yang mana terdapat sungai Donau yang fenomenal memisahkan kota Linz menjadi dua.

Kali ini emang benar-benar refreshing. Ga fisik juga mental 😊 Bayangin kita jalan kaki dari tempat kita parkir mobil di stasiun kereta api Hauptbahnhof sampai jembatan ini. Ane yang ga biasa jalan kaki jauh harus terbiasa jalan kaki sama dengan orang Austria yang emang hobi jalan kaki (jalan-jalan). Tapi lumayan terbayar sih capek ini dan malah ga kepikiran lagi capeknya saking takjub sama pemandangan sekitarnya. Bener juga, coba kalo menelusurinya pake mobil, ga jalan kaki, kita ga terlalu leluasa liat pemandangannya.

Dari alun-alun kota tempat nongkrongnya segala lapisan masyarakat, kita nyebarang menuju jembatan Nibelungen. Di sepanjang jembatan beraneka ragam kembang dan warna tumbuh di sisi pagarnya. Nah.. selera ane nih. Rasanya pengen ane petik 😊

Di jembatan ini kita menikmati pemandangan dari atas sungai Donau yang merupakan sungai kedua terpanjang di Eropa setelah sungai Volga.Kalo di kampung halaman ngeliat sungai bening begini pengennya mancing atau mandi ya. Tapi apa kata dunia nanti, mancing dan mandi di tengah-tengah kota?

Dari sisi sebelah kiri depan kita bisa liat pemandangan indah sungai Donau yang biru dan kapal-kapal yang ditambat dengan latar belakang pegunungan dengan pepohonannya yang asri.

Agak ke kiri dikit terdapat lalu lalang kendaraan dan bangunan yang tinggi menjulang.

Di jembatan juga ga kalah ramainya dengan pejalan kaki dan kendaraan yang lalu lalang, termasuk kereta api straßenbahn. Kereta api ini melalui rute dari dan ke Postlingberg Hill di seberang sungai dan berakhir di stasiun alun-alun kota Linz, Hauptplatz station.

Nyebrang ke kanan jembatan kita liat banyak yacht atau kapal pesiar dengan latar belakang pemandangan ga kalah indahnya. Penasaran kita menuruni anak tangga yang berada di kanan jembatan dan melihat dari dekat yacht ini. Cantik apik mewah emang 😊

Di tepi sungainya terdapat taman dengan padang rumput  tempat kita duduk santai. Kalo alergi duduk di rerumputan, mau duduk di tempat yang bersih kita bisa ke restoran, jalan sedikit lagi. Bisa duduk-duduk aja di luar atau sambil pesan makanan sesuai dengan suasana sekelilingnya, ikan bakar 😊

Kita asik menikmati keindahan pemandangan di jembatan Nibelungen dan sekitarnya ini yang penuh sejarah. Ini adalah bangunan satu-satunya yang dibangun tokoh Nazi Hitler diantara sekian banyak janji manisnya.

Konon kabarnya, sejak remaja Hitler mengimpikan membangun kembali Linz dan membuat banyak gambar dan rencana untuk membangun dan membangun baru di kota. Selama bertahun-tahun ia terus membuat sketsa dan rencana untuk konser baru, teater, museum dan tentu saja, jembatan.

Jadi bukan suatu kebetulan bahwa pada bulan Maret 1938 ketika dia berhenti di Linz dalam perjalanan kemenangannya ke Wina, Hitler berjanji kepada walikota Linz untuk mengganti jembatan besi tua. Jembatan baru itu disebut jembatan Nibelungen dari mitos kuno ‘Jalan Nibelungen‘.

Perencanaan dimulai segera di bawah arahan Engineer Werner Sarlay dan didisain oleh arsitek Karl Schaechterle dan Fritz Tamms telah disetujui oleh Hitler pada musim panas 1938. Pembangunan jembatan dimulai dengan dominasi bangunan bersejarah di sungai pada bulan September di tahun yang sama. Jembatan itu membutuhkan waktu hampir 3 tahun untuk membangun dan Hitler mengikuti perkembangannya dengan seksama.

Hitler memiliki rencana muluk untuk membangun kembali Linz yang dianggapnya sebagai kampung halamannya. Hitler merencanakan ‚‘Greater Linz‘ untuk menjadi satu dari lima ‘Kota Führer‘ di Kekaisaran Jerman Raya, dan Linz adalah tempat dia ingin tinggal di usia tuanya. Tapi seperti yang telah disebutkan sebelumnya, satu-satunya hal yang pernah dibangunnya adalah hanya jembatan di atas sungai Donau. Pasukan Amerika merebut jembatan Nibelungen pada tanggal 5 Mei 1945. Setelah perang Austria terbagi menjadi empat zona pendudukan, mulai Mei 1945 sampai Oktober 1955. Keempat zona tersebut diperintah oleh orang Amerika, Inggris, Perancis dan Rusia.‘Tirai Besi‘ di Austria melewati jembatan ini. Di sisi barat adalah zona Amerika dan di sisi timur adalah zona Rusia. Masing-masing memiliki pos pemeriksaan di ujung jembatan.

Banyak cerita horor mengenai jembatan ini dibalik keindahannya. Tapi jangan dibahas panjang lebar ya, emak-emak kan sukanya yang ceria-ceria dan keindahan aja 😊 Nah, setelah selesai menikmati pemandangan di atas jembatan Nibelungen kita kembali ke tempat kita memarkir mobil di stasiun Hauptbahnhof melewati alun-alun kota dan bangunan bersejarahnya, patung monumen, taman kota dan ga lupa kesayangan ane selalu, kembang-kembang cantik 😊Tentang ini, ane akan bahas di edisi selanjutnya.

Bir cevap yazın