Nemu becak dan delman di Eropa

1.832 Views

Kota Wina yang menjadi ibukota negara Austria di Eropa Barat ini selalu menarik untuk dikunjungi. Kita kemari saat musim dingin menjelang pergantian tahun. Setiap tahun kota terbesar ini selalu ramai dikunjungi. Maklum ya pemirsa.. ini adalah saat dimana warga mendapat libur panjang dari hari natal hingga tahun baru 🙂

Banyak yang bisa dikunjungi di kota Wina, dari kawasan terbesar hingga terkaya. Dari mengunjungi hingga menikmati keindahan bangunan-bangunannya yang tua tapi klasik dan elegan dan juga bangunan modern yang super elit dan metropolis. Serasa kita ada di peradaban tua juga peradaban modern. Apalagi kalo liat museum dan bangunan bersejarah seperti istana raja dan ratu, beneran deh kita serasa lagi berada di negeri dongeng

Ditambah nemu kereta kuda yang kalo di Indonesia biasa disebut delman ini, teringat kisah Cinderella yang naik kereta kuda yang dikejar-kejar waktu deadline. Ya, kereta kuda ini diperuntukkan untuk turis yang ingin berkeliling kawasan terkaya di kota Wina ini, Herrengasse.

Atau sekedar romantisan ma aa‘ tersayang, atau untuk yang pegal linu jalan kaki yang rasanya ga ada abis-abisnya menelusuri jalan di kawasan cantik ini. Kawasan ini lumayan luas kalo ditelusuri. Bagi yang biasa seperti ane ini, jalan kaki menelusuri kawasan ini lumayan berasa. Maklum ya ga biasa jalan jauh 🙂

Nah .. jadi selain delman atau kereta kuda yang menarik perhatian ane, ada lagi yang ga kalah menariknya yaitu becak. Wow.. becak.. nampak jelas tulisan Vienna Sightseeing. Ternyata kendaraan tradisional Indonesia ada juga ya di Eropa, tepatnya di kota Wina. Suprais banget ane. Penumpangnya menikmati banget naik becak ini begitu juga abang becaknya dengan senang hati dan wajah bahagia mengantar penumpang menyusuri alun-alun kota ini. Begitu juga ane ga ketinggalan momen indah dan langka ini sigap jepret sana sini.

Becaknya didandani cantik banget. Dihiasi ma kembang-kembang cantik disisi kiri kanannya. Aaa.. ga tanya berapa tarifnya sekali jalan😊Kalo disini becak jadi kendaraan yang dihargai, jadi obyek wisata dan menambah pendapatan abang becaknya dan menambah semarak dan meriahnya kota, kalo di Indonesia tepatnya di Jakarta malah dilarang, kendaraan yang kampungan dan bikin macet kota. Miris banget ya.. Bayangin aja di ibukota negara Austria yang merupakan salah satu negara terkaya di dunia, di alun-alun kotanya yang selalu beraktivitas sepanjang hari dan ramai dikunjungi turis baik lokal maupun mancanegara ini, becak menjadi alat transportasi yang ‘wah’ tapi ga bikin macet jalan karena orang-orangnya tertib berlalu lalang. Lumayan juga pendapatan abang becaknya ya 🙂

Ga hanya di kawasan Herrengasse aja, ane ternyata nemuin becak dan delman juga waktu jalan-jalan ma suami ke Stephansplatz. Nama Stephansplatz diambil dari nama katedral Stephansdom (kateral St. Stephen), yang merupakan salah satu gereja yang tertinggi di dunia. Katedral yang menjadi landmark kota Wina ini berada diujung jalan Kartnerstasse. Kartnerstrasse adalah kawasan yang selalu sibuk sepanjang hari. Nah, titik keramaiannya dimulai dari samping gedung opera sampai Stephansplatz, persis di depan katedral St. Stephen.

Di alun-alun yang cukup luas ini segala keramaian berpusat, mulai dari pertunjukan jalanan, penjaja lukisan dan souvenir kaki lima, cafe-cafe dan kawasan perbelanjaan. Kawasan perbelanjaan ini bahkan melebar sampai ke kawasan sekitarnya yang penuhi butik-butik bermerk dan cafe-cafe mewah

Nah demikianlah pemirsa kisah ane dan suami jalan-jalan di beberapa kawasan terkenal di kota Wina yang selalu ramai dikunjungi di musim dingin, bertemu dengan becak dan delman 🙂

Sampai jumpa lagi

Bir cevap yazın