Nemu becak dan delman di Eropa

529 Views

Kota Wina selalu menarik untuk dikunjungi. Melihat bangunan-bangunannya yang tua tapi klasik dan elegan dan juga bangunan modern yang super elit dan metropolis, serasa kita ada diperadaban tua juga peradaban modern. Apalagi kalo liat museum dan bangunan bersejarah seperti istana raja dan ratu, beneran deh kita serasa lagi berada di negeri dongeng😊Ditambah nemu kereta kuda yang kalo di Indonesia biasa disebut delman ini, teringat kisah Cinderella yang naik kereta kuda yang dikejar-kejar waktu deadline. Ya, kereta kuda ini diperuntukkan untuk turis yang ingin keliling-keliling kawasan terkaya dikota Wina ini, Herrengasse. Atau sekedar romantisan ma aa‘ tersayang, buat yang pegal kalo jalan kaki yang rasanya ga abis-abisnya menelusuri jalan di kawasan cantik ini.

Yang menariknya lagi, selain kereta kuda, ane nemu juga becak! Jelas-jelas disitu tertulis Vienna Sightseeing. Ternyata kendaraan tradisional Indonesia ada juga ya di Eropa, tepatnya di kota Wina. Suprais banget ane. Penumpangnya menikmati banget naik becak ini begitu juga abang becaknya dengan senang hati dan wajah bahagia mengantar penumpang menyusuri alun-alun kota ini. Begitu juga ane ga ketinggalan momen indah dan langka ini sigap jepret sana sini.

Becaknya didandani cantik banget. Dihiasi ma kembang-kembang cantik disisi kiri kanannya. Aaa.. ga tanya berapa tarifnya sekali jalan😊Kalo disini becak jadi kendaraan yang dihargai, jadi obyek wisata dan menambah pendapatan abang becaknya dan menambah semarak dan meriahnya kota, kalo di Indonesia tepatnya di Jakarta malah dilarang, kendaraan yang kampungan dan bikin macet kota! Miris banget ya.. Bayangin aja di ibukota negara Austria yang merupakan salah satu negara terkaya di dunia, di alun-alun kotanya yang selalu beraktivitas sepanjang hari dan ramai dikunjungi turis baik lokal maupun mancanegara ini, becak menjadi alat transportasi yang ‘wah’ tapi ga bikin macet jalan karena orang-orangnya tertib berlalu lalang. Berapa coba pendapatan abang becaknya..

Ga hanya di kawasan Herrengasse aja, ane ternyata nemuin becak dan delman juga waktu jalan-jalan ma suami ke Stephansplatz. Nama Stephansplatz diambil dari nama katedral Stephansdom (kateral St. Stephen), yang merupakan salah satu gereja yang tertinggi di dunia. Katedral yang menjadi landmark kota Wina ini berada diujung jalan Kartnerstasse. Kartnerstrasse adalah kawasan yang selalu sibuk sepanjang hari. Nah, titik keramaiannya dimulai dari samping gedung opera sampai Stephansplatz, persis di depan katedral St. Stephen. Di alun-alun yang cukup luas ini segala keramaian berpusat, mulai dari pertunjukan jalanan, penjaja lukisan dan souvenir kaki lima, cafe-cafe dan kawasan perbelanjaan. Kawasan perbelanjaan ini bahkan melebar sampai ke kawasan sekitarnya yang penuhi butik-butik bermerk dan cafe-cafe mewah

Bir cevap yazın