Taborstraße, nama jalan dan U-Bahn di Wina Austria

1.303 Views

Taborstraße adalah area yang pertama kita tuju sesampainya di kota Wina. ibukota Austria, dimana lokasi hotel yang kita pesan sebelumnya berada di area ini. Ini adalah pengalaman pertama kali ane dan suami ke kota Wina menggunakan kendaraan umum yaitu kereta api dari tempat kita tinggal di suatu gemeinde atau kota kecil di Austria

Kita ke kota Wina dari rumah dengan dua kali ganti kereta api, pertama di kota Linz hingga sampai ke kota Wina, kereta api yang digunakan adalah kereta api biasa yang melalui jalan darat. Kemudian berlanjut menuju Taborstraße kota Wina kita menggunakan kereta api bawah tanah yang biasa disebut U-Bahn 🙂

Dari stasiun kereta api di Hauptbahnhof Linz kita menuju kota Wina sekitar 1 jam perjalanan sampai di stasiun Westbahnhof menuju Taborstraße. Di sini semuanya serba terkomputerisasi. Penumpang dibiasakan mandiri, ga tanya sana sini. Petunjuk dan peta lengkap ada dimana-mana, di dinding stasiun, di pintu kereta api hingga di langit-langit kereta api😊

Lagi-lagi ini pngalaman pertama kali ane dan suami menggunakan sistem terkomputerisasi ini. Awalnya memang agak celingak celinguk, untungnya suami cepat menguasainya. Kalo mengandalkan ane mah ya sudahlah.. kesasar 😀

Btw dalam rangka apa nih ke kota Wina?

Kita ke kota Wina dalam rangka jalan-jalan aja pemirsaah.. kebetulan Austria libur panjang sejak Natal hingga Tahun Baru. Sekalian suami bawa ane istrinya berkenalan ma kota Wina, jangan berdiam diri di kampung aja 🙂

Nah.. seperti yang telah ane sebutkan di awal, yang kita tuju pertama kali setiba di kota Wina adalah Taborstraße, nama suatu jalan dan area dimana suami sudah memesan hotel sebelumnya sebagai tempat menginap kita selama di kota Wina

Namanya unik ya.. Taborstraße 🙂 Kenalan yuk..

Nama jalan

Bukan sembarang nama lho.. Tapi ada sejarahnya tersendiri. Taborstraße menjadi nama jalan yang diambil dari nama benteng yaitu Tabor, yang salah satunya terletak di Gaußplatz hari ini di tepi sungai Donau yang tidak diatur atau di tepi dataran banjir Donau sejak abad ke-15. Dari sana jembatan dan feri mengarah ke lengan sungai Donau menuju Floridsdorf (Tabor dipindahkan tahun 1698)

Sebelum bernama Taborstraße, salah satu jalan tertua di kota Wina ini yang pertama kali disebutkan pada tahun 1406 adalah Kremser Strasse, yang digunakan hingga abad ke-16.

Jalan ini terletak di distrik ke-2 kota Wina yaitu Leopoldstadt.

Jalan Tabor atau Taborstraße ini menjadi lalu lintas mobil, lalu lintas sepeda, pejalan kaki, jalur bawah tanah U-Bahn, jalur trem 2 dan 5 hingga jalur bus 5A dan 5B

Nama U-Bahn

Taborstraße juga menjadi nama suatu stasiun kereta api bawah tanah U-Bahn di kota Wina.

Nah, dengan menuju dan berhenti di stasiun inilah kita sampai ke hotel tempat kita menginap selama liburan di kota Wina

U-Bahn Taborstraße dibuka sejak tahun 2008, berada di distrik ke-2 Leopoldstadt. Stasiun yang memilki 2 platform/ peron ini menempuh jalur berwarna ungu U2

Di dekat stasiun ini bisa kita temui bangunan penting seperti Augarten dan institusi budaya seperti gedung utama Viena Boys’s Choir, MuTh, Filmarchiv Austria, Augarten Porcelain Manufactory, Ambrosimuseum dan Augarten Cotemporary serta Viena Crime Museum

Bagaimana menuju stasiun ini?

Nah, di petunjuk yang dipasang di hampir semua bagian stasiun seperti di dinding dekat peron, kita bisa baca kalo mau ke Taborstraße maka kita ke jalur U2 berwarna ungu.

Karena kita berawal dari stasiun Westbahnhof ini yang merupakan penghubung jalur U3 berwarna oranye, maka kita ke jalur ini dulu. Stasiun Westbahnhof dengan jalur U3 ini melalui rute stasiun Ottakring sampai dengan stasiun Simmering. Karena tujuan kita ke Taborstraße maka kita lurus kanan dan berhenti di stasiun Volkstheater.

Stasiun Volkstheater yang dibuka pada 30 Agustus 1980 ini merupakan penghubung jalur U2 berwarna ungu. Stasiun Volkstheater adalah jalur U2 dengan mozaik buatan Anton Lehrnden, penghubung dengan jalur U2 yang rutenya dari stasiun Karlplatz sampai dengan stasiun Seestadt yang panjangnya 16,8 km dengan 20 stasiun. Stasiun dibuka pada tahun 1965 sebagai Burggasse dengan jalur trem bawah tanah U-Straßenbahnhof. Dari stasiun ini kita melewati beberapa stasiun antara lain Rathaus, Schottentor dan Schonttenring.

Kalo kita mau ke stasiun Rathaus, kita bisa berhenti disini. Di area ini terdapat Rathaus yang merupakan balai kota Wina bergaya gothik. Wali kota Wina yang juga berperan sebagai gubernur negara bagian Wina tinggal dan berkantor disini. Kalo musim panas sering ada festival musik dan film di ruang terbuka dan gratis untuk umum. Berbentuk layar raksasa kita bisa menikmati nonton film opera klasik, jadi kayak layar tancap kalo di kampung halaman ya 😊 Begitu juga kalo musim dingin ada Christmas market, toko-toko yang menjual keperluan natal. Ada juga berbagai tempat pameran dibuka. Di seberang Rathaus ada Burgtheater atau Teater Kekaisaran, digunakan sebagai tempat pementasan drama berbahasa Jerman paling terkenal di seluruh dunia. Diselesaikan pada tahun 1741, teater bersejarah ini dikenal warga Wina dengan nama ‘die Burg‘. Stasiun Rathaus dibuka pada waktu yang sama dengan stasiun Volkstheater. Stasiun dibuka pada tahun 1965 sebagai Friedrich Schmidt Platz dengan jalur trem bawah tanah U-Straßenbahn

Selanjutnya setelah stasiun Rathaus adalah stasiun Schottentor, sama dengan stasiun Volkstheater dan Rathaus stasiun ini dibuka pada 30 Agustus1980. Terakhir sebelum sampai ke stasiun Taborstraße kita melalui stasiun Schottenring, tapi tidak berhenti disini. Kalo berhenti kita bisa ke jalur U4 berwarna hijau. Cerita dikit nih tentang stasiun ini yang dibuka pada 10 Mei 2008, Terminbus 1980 dengan tampilan platform berbeda, merupakan penghubung ke jalur U4, bagian stasiun ini diubah dari stasiun Stadtbahn 1901. Stasiun ini berada di bawah Donaukanal.

Wow.. seru ya.. dari stasiun Westbahnhof hingga ke stasiun Taborstraße kita melalui beberapa stasiun, dan dalam setiap pemberhentian stasiun terdapat bangunan dan tempat yang bisa dikunjungi. Ibaratnya, sekali jalan, dua tiga pulau terlampaui 🙂 Inilah yang dinamakan eksplor kota Wina dalam sekali perjalanan. Mengenai ini nanti ada kisahnya tersendiri ya pemirsa

Ok deh..

Akhirnya sampailah kita di stasiun Taborstraße. Sesampai di darat, pemandangan benar-benar indah. Sama seperti pada umumnya bangunan-bangunan di Wina, disini juga kita dapatkan bangunan tua tapi elegan dan masih terawat rapi dan bersih berbaur dengan bangunan-bangunan modern. Lumayan kita jalan kaki nyari hotel yang kita tuju, tapi lumayannya terbayar ma pemandangan yang cantik-cantik ya

Pejalan kaki

Di Wina dan umumnya di Austria, pejalan kaki dihargai banget. Kita waktu mo belanja kebutuhan sehari-hari melalui jalan raya di area kita tempat kita tinggal, pejalan kaki pede banget asik aja nyebrang ga noleh kiri kanan bahkan sambil main hp dan becanda ma teman sebelahnya. Suami yang saat itu nyetir biasa aja, malah ane yang heran 😊Kata suami, kalo kita asal nyelonong aja ga kasih kesempatan buat pejalan kaki nyebang, dan kalo terjadi apa-apa sama si pejalan kaki, maka yang dituntut adalah kita. Dan kita musti bayar ke pejalan kaki itu per bulan seumur hidup. Makanya pengendara disini taat banget ma aturan lalu lintas, ma pejalan kaki aja bela-belain ngalah.. Nah, begitu juga saat kita menyebrang jalan, si pengendara mempersilakan kita jalan duluan 😊

Sesampainya di hotel, saat kita mau check in, si mbak resepsionisnya bilang satu kamar untuk satu orang aja. Lho kok bisa ya.. Saat suami booking online sebelumnya ga ada aturan begini. Dimana-mana kalo kita bayar satu kamar mau isi sekompi juga ga masalah. Menurut si mbaknya ini karena akhir tahun dan menjelang tahun baru, juga harga kamar menjadi naik dua kali lipat. Hmm.. ada juga model begini di Eropa ya😊

Hhhh.. inilah cerita pertama kita saat tiba di Taborstraße, Wina. Ga mau ganggu suasana, kita putar haluan cari hotel lain. Untung kita masih ingat jalan menuju stasiun Taborstraße dan balik ke stasiun pertama kali kita tiba di Wina, Westbahnhof.

Bir cevap yazın