Keripik pisang di Austria Rp.153.000 sekilo

1.700 Views

Kalo lagi nyantai enaknya ditemani ma makanan ringan ya, yang ga bikin pencernaan ekstra bekerja. Biasanya yang enak dibikin teman adalah keripik, yang kalo bahasa sini disebut chips, berlaku juga untuk kerupuk dan segala cemilan yang kriuk garing ­čśŐChips salah satu cemilan kesukaan suami. Saat belanja di supermarket di kampung halaman, cemilan yang suami cari ya chips. Chips yang nyambung di lidahnya adalah keripik kentang. Alhamdulillah ada di Indonesia ­čÖé

Maklum ya kentang jadi pilihannya, karena kentang ga asing di Eropa, merupakan salah satu makanan pokok bule termasuk olahannya yang berlimpah, dari chips hingga kudapan asin dan manis. Ini salah satu favoritnya, keripik kentang orisinil Austria. Ane tawarin chips ala Indonesia seperti kerupuk dan peletek, ga tau suami. Apalagi ikan teri balado, ikan mungil dengan bodi utuhnya termasuk mata dibalur bumbu merah menyala­čśŐ

Saat bertamu ke rumah, emak ane nyuguhi beliau keripik pisang. Keripik pisang adalah makanan ringan yang terbuat dari pisang yang belum matang yang diiris tipis, kemudian digoreng garing dan dibumbui garam biar berasa asin atau gula biar manis manjaah. Nah, ternyata suami menikmati. Ane seneng ga kepalang. Karena di Indonesia (saat itu masih calon suami­čśŐ) ga punya siapa-siapa, hanya ane dan keluarga, emak sangu suami keripik pisang setiap balik ke hotel tempatnya tinggal selama di Indonesia.

Ini cemilan spesial buatnya karena baru pertama kali ini nemu keripik model begini dan langsung doyan. Lagi pula di negaranya pisang adalah buah elit yang dibandrol lumayan mehong (baca: mahal) untuk ukuran Indonesia, sekilonya kalo dirupiahin ma kurs sekarang 35 ribu rupiah. Tapi bukan masalah mahalnya, tapi karena pisang di sini ga pernah diolah macam-macam (kurang kreatif kali ya orang Barat­čśŐ), jadi suami taunya hanya dimakan saat buahnya matang aja. Kalopun ada, paling bananen milch bahasa Austrianya, kalo bahasa Inggrisnya banana milk dan kalo bahasa Indonesia artinya susu pisang.

Di Austria, pisang ane jus ma susu biar mirip banana milk yang dijual di supermarket sini ­čśŐ┬áKalo pisang yang matang banget dan ga ada yang mau makan lagi, biasanya ane bikin cemilan yang kalo di kampung halaman ane namanya jemput-jemput. Pisang matang dihancurin dan dikasih tepung terigu sesuai selera dan digoreng matang empuk. Makannya selagi hangat. Lagi-lagi suami doyan, bukan laper ya. Mungkin amazing mendapati kenyataan pisang masak dimasak ­čśŐ

Akhirnya karena tahu ternyata suami suka keripik pisang, ane coba lagi tawarin segala yang bernama keripik, dari keripik sukun, keripik singkong, keripik ketela hingga keripik melinjo/emping. Tenyata suka juga lho.. Alhamdulillah. Ga nyangka lagi saat di supermarket di Austria sedang milih DCC (Dark Cooking Chocolate ) untuk bikin brownies, suami ketemu kumpulan chips yang terbuat dari buah-buahan, salah satunya bananen chips (bahasa sini, bahasa Inggrisnya banana chips).

Mahal ya, suami nyeletuk. Penasaran ane mendekat, ternyata suami lagi asyik dengan kesukaannya. Kok bisa ya? Ane senyum. Ada kemajuan juga orang Eropa ternyata. Lumayan 300 g banana chips seharga antara 1,99 sampai dengan 2,29 Euro yang kalo dirupiahin ma kurs sekarang berkisar Rp.32.000  sampai dengan Rp,37.000. Jadi kalo sekilonya sekitar 130 ribu rupiah. Wow.. lumayan harganya ya..

Nah yang mantep itu saat kita ke shopping center Pluscity di kota Linz, keripik pisang sebungkus 500 g dihargai 4,49 Euro atau berkisar Rp.76.330, sehingga kalo sekilo  seharga 8,98 Euro atau berkisar Rp.153.000

Yang lebh mantap lagi tentunya harga terbaru di pasar tradisional Naschmarkt satu-satunya di Austria yaitu di ibukota negara, Wina. Harga 100 gram keripik pisang adalah 2,5 Euro atau sekitar Rp.42.000, sehingga sekilonya seharga 25 Euro atau sekitar Rp.420.000, nyaris setengah jeti.. Wow

Aaaa.. kalo begini ane juga mo bisnis keripik pisang. Yuk mari warga Indonesia.. ekspor ramai-ramai yuk keripik pisang ke Austria  Hhhh.. iIntermezo

Ngomong-ngomong ada gizinya ga sih makan cemilan seperti ini. Pastinya ada ya karena nenek moyang kita jaman dulu kreatif dan pakar kuliner alami sudah memikirkannya, ga asal bikin aja. Bukan tanpa alasan menciptakan makanan begini meski belum ada teknologi canggih dan modern seperti sekarang ini .

Yuk kita liat pemirsa, berikut kandungan keripik pisang per 100 g

Kalori (kcal)  518
Jumlah lemak  34 g
Lemak jenuh 29 g
Lemak tak jenuh ganda 0,6 g
Lemak tak jenuh tunggal 2 g
Kolesterol 0 g
Natrium 6 g
Kalium 536 mg
Jumlah karbohidrat 58 g
Serat pangan 8 g
Gula 35 g
Protein 2,3 g
Vitamin A 83 IU Vitamin C 6,3 mg
Kalsium 18 mg Zat besi 1,3 mg
Vitamin D 0 IU Vitamin B6 0,3 mg
Vitamin B 12 0 g Magnesium 76 mg

Nah, karena kandungan gizinya yang lumayan banyak, selain sebagai cemilan yang enak dan bikin nagih, ternyata keripik pisang bermanfaat buat kesehatan lho. Asyiknya jadi dua kali lipat kan┬á­čśŐ

Berikut ini manfaat keripik pisang diantaranya:

Menjaga kesehatan mata,
Hal ini dibuktikan dengan adanya kandungan vitamin A yang cukup banyak dalam pisang

Mencegah anemia
Ini karena adanya kandungan zat besi dalam keripik

Sebagai sumber tenaga.
Keripik pisang dapat dicerna dengan mudah, karena adanya gula yang diubah menjadi sumber tenaga secara cepat hingga baik dalam pembentukan tubuh dan kerja otot dan menghilangkan rasa lelah

Baik untuk pencernaan,
Ini karena adanya serat yang cukup berlimpah dalam pisang/ keripik pisang. Jadi baik untuk yang bermasalah dengan pencernaan seperti sembelit.

Melancarkan peredaran darah.
Kandungan kalium yang cukup tinggi dan natrium yang rendah pada cemilan ini membantu mengatur tekanan darah sehingga peredaran darah akan tetap lancar

Serta masih banyak lagi  manfaat kesehatan lainnya dari keripik pisang.

Ok.. Ini saatnya kita menikmati cemilan yang asyik ini ya.

Tapi ingat jangan berlebihan mengkonsumsinya karena yang berlebihan itu selalu ga baik. Kalo keripiknya yang berasa asin atau manis nantinya bukan manfaat yang didapat dong, tetapi malah tensian dan bisa menambah berat badan juga. Duh.. capek deh anak muda­čśŐ

 

Bir cevap yaz─▒n