Ke Wina dengan kereta api melalui Hauptbahnhof Linz dan Westbahnhof

969 Views

Kali ini kita ke kota Wina ga bawa mobil. Kita naik kereta api ya, kata suami.. Yang terbayang ma ane gimana rasanya naik kereta api ya.. ampir lupa abis dah beberapa bulan yang lalu naik kereta apinya­čśŐMaklum pemirsa, ane seumur-umur belum pernah naik kereta api, emang baru kali ini, di luar negeri lagi! Tepatnya waktu mendarat di bandara Hamad Internasional, Doha , Qatar. Itupun kereta api listrik dalam bandara untuk memudahkan para penumpang menuju gate (baca: gerbang) yang dituju karena bandara yang luas banget dan banyak gatenya. Lumayan kalo mo jalan kaki, apalagi yang dikejar deadline pesawat berikutnya ­čśŐJadi apa kerjaan ane sewaktu di Indonesia ya hingga ga pernah naik kereta api..­čśŐ Ya, maklum lagi karena ane tinggalnya di pulau, yang sama sekali ga ada akses kereta apinya. Gimana mo ada kereta api, dikelilingi laut gitu, yang ada juga kapal-kapal ­čśŐ

Karena tempat tinggal kita ada di negara bagian Ober├Âsterreich (Austria Atas) dengan ibukota Linz yang adalah kota ketiga terbesar di Austria, maka kita naik kereta api yang melalui jalur kereta barat (Westbahnhof). Dari rumah ke stasiun kereta api terdekat hanya berkisar 1 km. Suami beli tiketnya cukup melalui mesin otomatis yang tersedia di stasiun. Sebelum menuju stasiun Westbahnhohf yang ada di Wina, kita menuju stasiun di kota Linz menempuh waktu kurang lebih sejam dari stasiun kereta api tempat kita tinggal. Untuk tiket dari stasiun Linz ke stasiun Westbahnhof di Wina, suami belinya via online internet.

Kita pernah ke kota Linz beberapa kali. Saat mo ke alun-alun kotanya, suami ane parkir mobil di ruang parkir stasiun Linz karena susah untuk memarkirkan kendaraan di area seputar alun-alun. Orang-orang lebih memilih jalan kaki menikmati pusat kota Linz yang dimulai dari Landstrasse menuju alun-alun hingga sungai Donau yang membelah kota Linz menjadi dua.

Karena musim dingin, pemandangan kali ini dipenuhi dengan salju. Ane masih ingat dengan patung dua ekor singa putih di area luar stasiun yang menandakan keberadaan stasiun ini, juga taman-taman cantiknya.

Jangan dibayangin stasiun di sini sumpek, apek dan nyesek ya.. Jauh.. ternyata stasiunnya sangat elit dan modern, luas, bersih, rapi dan nyaman, ga beda jauh ma bandara. Takjub ane liatnya. Di bulan Januari ini sisa ornamen natal tahun lalu masih terpajang menambah cantik stasiun. Ramainya ga kalah heboh ma bandara. Saat suami asik pesan tiket kita untuk jalan-jalan menelusuri Wina melalui toko agen di stasiun, mata ane tertumbuk pada toko bunga. Ga tahan rasanya pengen liat bunga-bunga cantik. Usai transaksi ane ajakin suami mampir ke toko bunga itu.

Maklum naluri emak-emak ya suka yang cantik-cantik dan indah, meski kadang ga minat beli, sekedar liat-liat dan foto aja. Ternyata bunga-bunga disini dihargai banget ya, malah ada sekuntum anggrek berharga 26 Euro, yang kalo dirupiahin mencapai hampir setengah juta rupiah ­čśŐSelain toko bunga, disini terdapat beberapa supermarket terkenal seperti Billa dan MD, juga tempat makan cepat saji seperti McD ataupun kalo mau makanan negara lain seperti Cina dan Turki tersedia tempat makannya disini. Jadi kalo muslim mo makan bisa ke tempat makanan Turki aja, dijamin kehalalannya. Ada beberapa butik dan mal juga, seru ya. Eh ternyata ada burung-burung merpati main ke dalam stasiun ini lho. Sewaktu kita mau beli makanan, mereka ikut juga berada dekat kita. Mereka mungkin kelaparan ya karena di musim dingin begini sulit cari makanan.

Oya, kalo komunikasi atau update status biar kekinian jangan kuatir disini ada layanan wifi gratis yang disediain stasiun, juga pertokoan dan tempat makan yang ada didalam stasiun.
Stasiun ini ga hanya melayani rute lintas kota tapi juga lintas negara, seperti negara tetangga Jerman. Sistem pelayanannya juga super mantap, tepat waktu ga ngaret. Kalo kereta apinya berangkat oukul sekian dan sekian, selalu tepat, jarang meleset. Waktu dihargai banget ­čśŐDi tiap layar monitor besar terdapat jadwal keberangkatan. Kalo mau beli tiket via mesin otomatis tersedia juga.
Nah, dari stasiun yang megah ini kita lanjut ke stasiun berikutnya, Westbahnhof yang fasilitasnya sama seperti stasiun di Linz, tapi lebih besar dan luas juga megah yang terletak di kota Wina. Stasiun Westbahnhof merupakan penghubung dengan U6, jalur utama dan S-Bahn. Terdapat dekorasi kesenian di bagian persimpangan. Stasiun U6, yang dibuka tahun 1989,. berada di dalam stasiun Stadtbahn 1898. Stasiun Westbahhof berada di jalur U3 yang berwarna oranye.

Sebagai pusat jalur kereta api nasional, Wina dilewati jalur kereta api barat Westbahnhof ini sampai ke Salzburg. Jalur ini awalnya adalah bekas rute kereta api lama Express Orient yang menghubungkan Istanbul (Turki) sampai Calais (Perancis) dari tahun 1883 sampai dengan tahun 2009.

Disini tersedia supermarket yang buka dari pukul 6 pagi sampai dengan pukul 24.00 malam. Sangat berguna banget buat penumpang yang butuh keperluan mendadak. Malah tempat makan Turki buka 24 jam. Saat itu suami kelaparan tengah malam. Perutnya ga mau kompromi ma cemilan, harus makan besar. Cari makanan ke tempat makan cepat saji McD dan sejenisnya pada tutup semua, dan kita coba ke stasiun ini, ternyata hanya ini yang buka. Suami pesan kebab d├╝r├╝m sama seperti d├Âner kebab yaitu sandwich dengan isi sayuran dan daging, tapi kebab d├╝r├╝m lebih komplit, rotinya juga lebih tipis dan panjang menutup rapat isinya.

Nah, untuk mudah jalan-jalan ke Winanya, untuk mencapai stasiun yang dekat kita cari hotel terdekat dengan stasiun untuk menginap. Alhamdulillah yang cocok di daerah L├Ąngenfeldgasse, yang menuju ke stasiunnya hanya 1 menit aja jalan kaki

Bir cevap yaz─▒n