Harga jahe di Austria sekilo mencapai 160 ribu rupiah

513 Views

Ga kepikiran sebelumnya waktu ke negeri suami mo bawa pernak-pernik asli kampung halaman, termasuk bumbu-bumbuan. Temen ane yang nikah ma orang Swiss bertanya ma ane, berapa koper yang ane bawa waktu meninggalkan tanah air dan hidup di negeri orang untuk pertama kalinya, karena mungkin beliau kira ane lebih berpengalaman. Ane bilang ga banyak, hanya 2 koper aja, 1 punya ane, 1 punya suami. Kita emang ga mo ribet saat itu. Temen ane juga menyusul ane akhirnya ikut suaminya tinggal di negeri suaminya. Kamu ga bawa saos sambel, teri, terasi,ikan asin, mie? tanyanya lagi.

Lain waktu ada temen ane satunya lagi yang emak-emak lebih senior dari ane juga ikut suaminya tinggal di negeri Jerman. Mungkin dah emak emak senior ya, ga kayak kita yang emak-emak baru, pemikirannya jauh ke depan. Beliau bawa pernak pernik yang ga ada di negeri keju ini, termasuk daun salam. Kalo kita kangen sayur asem gimana dong dek? katanya sedikit bertanya pada ane. Benar juga. Ane baru nyadar sekarang ane sedang ga di kampung halaman, tapi di belahan dunia lain yang pastinya banyak perbedaan, termasuk dunia perbumbuan.

Mulai deh kita jelajahi supermarket di area ane tinggal. Namanya juga supermarket bule ya, yang ada kebanyakan produk asli mereka. Pertama kali ane pasrah ga ketemu bawang merah; kunyit, adanya yang bubuk; cabe kecil, adanya cabe segede remote tv, mana ga pedes lagi😊, kencur, laos, serai, jinten, jangan ditanya.. ga bakal tau mereka. Ane teringat kembali cerita temen ane yang di Jerman kalo beliau bawa bumbu-bumbu khas Indonesia ke Eropa, jadi ga sulit beliau saat kangen masakan Indonesia, tinggal cus bumbunya selesai sudah. Kalo emang ga ada di dapurnya, beliau beli di toko Asia, tapi harganya lumayan mahal, maklum produk impor ya. Kalo ane dah ga ada persiapan, nyari di supermarket sini ga ada juga, apalagi toko Asia. Ane dah keliling seluruh supermarket di sini yang terkenal di Jerman juga seperti Penny Markt, Hofer Markt dan Billa Market ga ada menjual bumbu-bumbu kita. Mungkin di Jerman dan Belanda ada ya toko Asia dimana-mana di wilayahnya, karena orang Indonesia dan Asia banyak di negara tersebut.
Aaaa..tapi yang kejutan buat ane justru jahe akhirnya ane temukan di sini. Asli hanya jahe, biasanya kan kalo menurut tradisi perjualbelian di Indonesia, yang bumbu-bumbu rimpang di tempatkan tersendiri sesama saudaranya. Kalo di sini dia berteman ma daun bawang, parsley, cabe, tomat dan sayur mayur temasuk jagung manis 😊Pertama kali hanya ane temukan di Penny Market, tapi akhirnya menyebar ke supermarket lainnya juga ikut menjualnya.

Ternyata jahe yang bahasa Jermannya adalah Ingwer diimpor dari luar negara Austria, yaitu Peru di Amerika Selatan dan di China di daratan Asia. Harganya pun bervariasi, kalo dari Peru sekilonya 3,99 Euro yang kalo dirupiahin ma kurs sekarang adalah 65 ribu rupiah, sama dengan yang dari negeri China. Tapi yang lebih fantastis adalah jahe versi satunya lagi dari negeri China yang dibandrol per 200 gr adalah 1,99 Euro yang kalo sekilonya menjadi 9,95 Euro, yang kalo dirupiahin berkisar 160 ribu rupiah 😊 Lagi-lagi kenapa Austria ga impor dari Indonesia aja ya.. Perlu perhatian ni dari pemerintah kita. Atau ga perlu nunggu dari pemerintah, kalo ada yang berminat bisnis jahe cantik manis manjaah ini.. boleh dirintis tuh 😉Benar ternyata kata temen ane yang di Jerman itu jahe lumayan mahal hingga bela-belain bawa jahe dari kampung halaman.

Saya suka kembung dek, mungkin musim dingin begini. Minum jahe bikin tubuh hangat dan segar, katanya lagi. Benar kata-katanya kakak. Ane pernah mo beli keabisan, selalu laris manis diborong pembeli. Ga masalah ma harganya, yang penting manfaatnya ya. Bangsa Eropa tau betapa ni rempah sangat berharga karena kaya manfaat. Ga heran ya kalo kemudian nenek moyang mereka menjajah bangsa kita karena rempah-rempah.

Jahe (Zingiber officinale) adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
Jahe termasuk suku Zingiberaceae (temu-temuan). Nama ilmiah jahe diberikan oleh William Roxburgh dari kata Yunani zingiberi, dari bahas Sansekerta, singaberi. Jahe diperkirakan berasal dari India, tapi ada yang percaya berasal dari China. Dari India, jahe dibawa sebagai rempah perdagangan hingga Asia Tenggara, China, Jepang hingga Timur Tengah. Jaman kolonial jahe menjadi komoditi yang populer di Eropa. Yuk kita kenalan ma jahe.

Klasifikasi ilmiah

Kingdom : Plantae
Ordo : Zingiberales
Famili : Zingiberaceae
Genus : Zingiber
Spesies : Z. officinale

Nah sekarang kita liat kandungan gizinya per 100 g

Kalori (kcal) 79

Jumlah lemak 0,8 g
Lemak jenuh 0,2 g
Lemak tak jenuh ganda 0,2 g
Lemak tak jenuh tunggal 0,2 g

Kolesterol 0 mg

Natrium 13 mg

Kalium 415 mg

Jumlah karbohidrat 18 g
Serat pangan 2 g
Gula 1,7 g

Protein 1,8 g

Vitamin A 0 IU Vitamin C 5 mg

Kalsium 16 mg Zat besi 0,6 mg

Vitamin D 0 IU Vitamin B6 0,2 mg

Magnesium 43 mg

Selain untuk bumbu dapur dan untuk minuman menyegarkan seperti wedang jahe dan sekoteng, ternyata jahe juga bermanfaat dalam industri farmasi dan kesehatan lho. Yuk kita lihat berikut manfaat jahe untuk kesehatan, diantaranya:

Obat demam dan batuk

Kandungan gingerol dalam jahe dapat memperlancar peredaran darah hingga bisa digunakan untuk mengurangi demam dan batuk

Membantu Pencernaan

Minuman jahe bisa membantu menghaluskan sisa makanan dan mencegah kemungkinan sakit perut, karena sifatnya yang mengurangi peradangan. Phenolic dalam jahe berfungsi meredakan gejala iritasi gastrointestinal, menstimulasi air liur, mencegah terjadinya konstraksi pada perut, hingga membantu pergerakan makanan dan minuman selama di pencernaan.

Mengatasi masalah pernafasan

Masalah pernafasan yang paling umum adalah batuk dan pilek. Jahe adalah sejenis ekspektoran alami yang bekerja dalam meringankan sistem pernafasan dan mengencerkan lendir atau dahak hingga dapat dengan mudah keluar dan mengembalikan sistem pernafasan seperti biasa

Menghangatkan tubuh

Sifat hangat jahe bisa membantu meningkatkan suhu tubuh, juga memiliki anti virus dan anti racun hingga membantu mengeluarkan keringat yang bisa membantu mengobati batuk dan pilek

Melancarkan sirkulasi darah

Gingerol yang ditemukan pada jahe bersifat antikoagulan yang mencegah terjadinya penggumpalan darah dan mencegah penyumbatan pembuluh darah yang menjadi penyebab utama stroke dan serangan jantung

Mengobati kembung

Jahe baik untuk yang sering mengalami perut kembung, karena sifat jahe sebagai karminatif yang dapat membantu mengeluarkan gas berlebih yang ada dalam sistem pencernaan. Juga mengatasi gangguan pencernaan dan usus

Mengobati sakit gigi

Bisa dicegah dengan minum air jahe juga lho. Ini karena sifatnya yang antijamur dan antibakteri

Mengobati migrain

Jahe bisa menghentikan prostaglandin, yang mana prostaglandin adalah salah satu faktor penyebab sakit kepala

Menurunkan tekanan darah

Jahe mampu merangsang pelepasan hormon adrenal dan bisa memperlebar pembuluh darah, hingga darah mengalir lebih lancar dan cepat serta meringankan kerja jantung dalam memompa darah

Mengurangi nyeri dan peradangan

Ini karena sifat jahe sebagai anti inflamasi. Baik untuk yang menderita penyakit persendian seperti osteoarthritis dan rematik. Tidak hanya mengurangi nyeri juga mengurangi pembengkakan pada bagian yang sakit.

Meningkatkan imun tubuh

Jahe bersifat antioksidan yang mampu membuat tubuh menjadi kuat dan tahan terhadap penyakit.

Serta banyak lagi manfaatnya. Tapi harus dihindari kalo kita berada dalam kondisi sebagai berikut:

Sering minum obat pengencer darah, karena sifat jahe sebagai antikoagulan hingga kuatir resiko pendarahan

Bersiap menjalani operasi

Diabetes, karena jahe bisa menurunkan gula darah, hingga perlu disesuaikan dengan obat diabetes yang diberikan tenaga medis

Tekanan darah tinggi, harus disesuaikan dengan obat yang diberikan tenaga medis juga

Gangguan pendarahan dan penyakit radang usus

Sedang hamil, masih pro kontra sih, karena ada kekuatiran jahe mempengaruhi hormon seks janin. Biasanya wanita mengkonsumsi jahe untuk mengurangi morning sickness

Meski hampir tanpa efek samping karena merupakan bahan alami, tetap selalu diingatkan jangan berlebihan ya, karena yang berlebihan itu selalu tidak baik. Ada batas maksimal konsumsi jahe yang harus diperhatikan, yaitu:

Balita yang berusia dibawah 2 tahun sebaiknya tidak mengkonsumsi jahe

Anak usia 6-10 tahun bisa mengkonsumsi jahe maksimal 2 mg jahe

Untuk orang dewasa, dosis yang diijinkan maksimal 4 g per hari

Wanita hamil, mengkonsumsi jahe dibawah 1 g per hari

Nah, demikian info dari ane. Suami ane juga suka jahe yang katanya minuman menyegarkan. Beliau juga baru pertama kali ini kenal dan mencicipi minuman jahe sewaktu berada di Indonesia. Saat itu ipar ane lagi bikin wedang jahe favoritnya 😊

 

Bir cevap yazın